Breaking News:

UMK Bekasi 2020

Tak Hadir Rapat Dewan Pengupahan Kota Bekasi, APINDO Dianggap FSPMI Permainkan Situasi

APINDO Kota Bekasi tidak hadir dalam rapat dewan pengupahan pembahasan rekomendasi kenaikan UMK 2020 yang berlangsung kemarin

TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
Massa buruh sedang memperingati May Day atau hari buruh dan turun di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Seluruh perwakilan unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bekasi tidak hadir dalam rapat dewan pengupahan pembahasan rekomendasi kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2020 yang berlangsung kemarin, Senin, (11/11/2019).

Menanggapi hal itu, Sekertaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Bekasi, Parno, menilai, APINDO sengaja permainkan situasi untuk dapat mengulur waktu hingga batas akhir harus ditetapkan.

"Inilah kondisi yang terjadi, memang APINDO mempermainkan situasi, cuma memang dia agak cerdik di tatib (tata tertib) diatur jika salah satu unsur enggak dateng maka ditunda 2 kali 24 jam," kata Parno kepada TribunJakarta.com, Selasa, (12/11/2019).

Parno menjelaskan tidak ada alasan lagi dewan pengupahan menunda rekomendasi kenaikan UMK Bekasi 2020 jika rapat sudah ditunda 2 kali 24 jam.

"Sehingga rapat terkhir final sudah tidak ada alasan maupun yang hadir berapa asal 50 persen plus satu semua unsur terwakili," jelas dia.

Hingga saat ini, belum ada titik terang berapa besaran kenaikan UMK Bekasi 2020.

Sebab, pihak APINDO belum pernah mengutarakan besaran kenaikan yang mereka dapat sanggupi.

Baru ada dari serikat pekerja yang menginginkan kenaikan sebesar 15 persen.

Rapat pembahasan kenaikan UMK 2020 sudah digelar sebanyak tiga kali sampai dengan kemarin.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved