Tembok Perumahan dengan Proyek Pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta Rubuh

Tembok pembatas jalan warga di Perumahan Elite Banjar Wijaya, Kota Tangerang dengan proyek pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta rubuh

Tembok Perumahan dengan Proyek Pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta Rubuh
Istimewa/dokumentasi Lurah Cipete
Tembok setinggi 3 meter di Komplek Banjar Wijaya, Kota Tangerang yang roboh karena pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (13/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PINANG - Tembok tinggi pembatas jalan warga di Perumahan Elite Banjar Wijaya, Kota Tangerang dengan proyek pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta rubuh.

Dari informasi yang didapatkan, lokasi rubuhnya tembok setinggi 3 meter tersebut terjadi di Perumahan Banjar Wijaya RW 12, Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Rabu (13/11/2019).

Tembok tersebut rubuh pukul 13.30 WIB. Lurah Cipete, Solihin mengatakan robohnya pagar pembatas setinggi 3 meter tersebut karena proyek pembangunan tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta.

Sehingga tanah mengalami abrasi dan penurunan ditambah diterpa hujan disertai angin kencang.

"Tembok roboh diakibatkan adanya galian saluran air milik JORR di samping tembok warga. Terjadi abrasi terhadap pondasi tembok," tegas Solihin.

Solihin melanjutkan, warga RW 12 menuntut kontraktor untuk memberhentikan aktivitas pengerjaan termasuk lalu-lalang kendaraan proyek tol sepanjang Cluster Krisan selama pagar tembok tuntas diperbaiki.

Berikut 5 Zodiak yang Lebih Suka Berkomunikasi Pakai Gerakan Tubuh daripada Bicara, Kamu Termasuk?

Daftar Harga Terbaru HP Samsung di Bulan November 2019: Samsung Galaxy A10s Rp 1,7 Juta

Lecehkan Putrinya Hingga Hamil 5 Bulan, Si Bapak Justru Salahkan Pacar Korban, Begini Akhirnya

Selain itu, warga juga menuntut kontraktor untuk menyiapkan petugas keamanan yang selalu siaga selama 24 jam di sekitar lokasi.

"Selama pagar belum diperbaiki warga minta aktivitas proyek sepanjang kluster Krisan diberhentikan termasuk lalu lalang kendaraan proyek," ujar Solihin.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved