Anies Baswedan Disebut Ingkari Janji Kampanye, PDIP: Sekarang Dia Tiru Cara Ahok

Politisi senior ini pun mengkritik Anies yang sempat berjanji tidak akan melakukan penggusuran saat kampanye dulu.

Tayang:
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono saat ditemui di kantornya, Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono ikut angkat bicara soal penggusuran bangunan liar di kawasan Sunter Agung, Jakarta Utara.

Menurutnya, kini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti cara pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dalam melakukan penataan kota.

"Itu sebagaimana dikatakan Ahok, Ahok pernah katakan dalam debat kampanye dulu, untuk tata Jakarta tidak mungkin tanpa penggusuran," ucapnya, Senin (18/11/2019).

Politisi senior ini pun mengkritik Anies yang sempat berjanji tidak akan melakukan penggusuran saat kampanye dulu.

Ia pun menyebut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu hanya ingin menarik simpati dari masyarakat dengan menjanjikan hal tersebut.

"Faktanya hari ini pak Anies melakukan penggusuran. Apa yang diucapkan saat kampanye itu hanya lips service untuk mendapatkan simpati masyarakat," ujarnya.

"Apa yang dilakukan itu kan kontradiksi dengan apa yang diucapkan (saat kampanye)," tambahnya.

Seperti diketahui, warga pemilik bangunan liar yang dibongkar di Jalan Sunter Agung Perkasa 8 menagih janji Anies yang tak akan melakukan penggusuran di era kepemimpinannya.

Nyatanya, warga merasa dibohongi lantaran pada Kamis (14/11/2019) lalu, puluhan bangunan liar yang mereka miliki di jalan tersebut dibongkar petugas dari Pemkot Jakarta Utara.

Seorang warga, Ardi (22) mengatakan bahwa pada saat Anies maju sebagai calon gubernur 2017 lalu, warga yang tinggal di Jalan Sunter Agung Perkasa 8 sepenuhnya memberikan dukungan.

Warga tergiur dengan janji Anies yang tak akan melakukan penggusuran.

"Waktu kampanye dulu semua warga Madura, khususnya di sini dan di luar sana pengen bapak Anies jadi Gubernur, tapi ini kenapa digusur," kata Ardi kepada TribunJakarta.com, Minggu (17/11/2019).

Teka Teki Masa Depan Marko Simic di Persija: Harga Mahal Plus Gaji Naik, Macan Kemayoran Beri Syarat

Wacana Ahok Jadi Bos BUMN, Jokowi Singgung Kinerja Hingga Penolakan Serikat Pekerja Pertamina

Jelang Timnas Indonesia Vs Malaysia: Momentum Raih Kemenangan Hingga Rencana Boikot dari Suporter

Ardi dan warga lainnya mengaku sangat kecewa.

Sebab, Anies dianggap telah mengingkari janji kampanyenya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved