Pemkot Jakarta Utara Tawarkan Program Latihan Kerja Bagi Warga Terdampak Penggusuran di Sunter

Kepala BPKD Jakarta Utara Siti Nurbaiti mengatakan, program pelatihan ini ditawarkan agar warga terdampak bisa mempunyai keahlian lain

Pemkot Jakarta Utara Tawarkan Program Latihan Kerja Bagi Warga Terdampak Penggusuran di Sunter
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Pembongkaran bangunan liar di Jalan Agung Perkasa 8, antara Kelurahan Sunter Agung dan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali dilanjutkan, Jumat (15/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Memasuki hari keenam pembersihan lahan jelang penataan Jalan Agung Perkasa 8, warga terdampak penggusuran masih bertahan di lokasi, Selasa (19/11/2019).

Warga masih enggan beranjak dari lokasi ini lantaran tidak punya tempat lain untuk bermukim.

Keberadaan warga yang masih berada di sana dimanfaatkan, Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara untuk menawarkan program pelatihan.

Kepala BPKD Jakarta Utara Siti Nurbaiti mengatakan, program pelatihan ini ditawarkan agar warga terdampak bisa mempunyai keahlian lain.

Hal itu supaya mereka bisa mencari nafkah di luar dari pekerjaan mereka selama ini sebagai pemilik lapak jual-beli rongsokan.

"Tadi kami membagikan brosur program pelatihan. Menawarkan program pelatihan peningkatan keahlian mereka," kata Siti di lokasi.

Orangtua, Dinas Pendidikan dan Pihak Gonzaga Gelar Negosiasi Lanjutan

Kodam Jaya Normalisasi 6 Sungai dan 5 Setu di Jakarta Depok Tangerang dan Bekasi

Menurut Siti, terdapat empat kelas program pelatihan yang ditawarkan.

Empat program itu meliputi web developer, operator komputer, desain grafis, dan teknik listrik. Seluruh program pelatihan ini diinstrukturi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Ini merupakan program yang tidak terencana. Tapi seluruh instruktur PNS kami siap kapan pun kelas pelatihan dibuka," jelasnya.

Siti menjelaskan, kelas program keahlian digelar selama 15 hari kerja tanpa batas minimal peserta. Diharapkannya pasca pelatihan pemilik bangunan dapat berwirausaha sesuai keahlian yang diberikan.

"Karena ini program non budgeter, maka tidak ada batas minimal peserta pelatihan. 3-4 peserta juga bisa kita mulai kelasnya," tutupnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved