Peredaran Narkoba dari Luar Negeri Semakin Masif dan Terstruktur

AKBP Dodi Suryadin mengatakan, jelang akhir tahun ini atau tahun baru banyak narkoba yang masuk ke Indonesia untuk persediaan tahun baru.

Peredaran Narkoba dari Luar Negeri Semakin Masif dan Terstruktur
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Empat pelaku pembawa narkoba asal India, Cina dan Gana diamankan petugas dengan barang bukti Narkoba sebanyak 2,035 butir pil ekstasi dan 2,848 Methampetamine serta Ketamine melalui Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (19/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pergerakan peredaran narkoba menjelang akhir tahun dinilai semakin marak terutama dari luar negeri untuk persediaan alias stok untuk tahun berikutnya.

Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, AKBP Dodi Suryadin mengatakan, jelang akhir tahun ini atau tahun baru banyak narkoba yang masuk ke Indonesia untuk persediaan tahun baru.

Barang haram yang masuk itu melalui laut, darat dan udara dalam jumlah yang terlampau banyak.

"Terbukti dengan kasus-kasus penangkapan ada di Sumatera, Jawa bahkan di timur juga banyak sekali. Jadi mereka pasti untuk stok tahun baru, mereka mengirim walaupun satu orang membawa satu kilo," jelas Dodi di Kantor Bea dsn Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (19/11/2019).

Terbukti saat petugas gabungan berhasil menegah percobaan penyelundupan narkoba melalui Bandara Soekarno-Hatta dari luar negeri.

Total empat Warga Negara Asing (WNA) asal India, Cina dan Gana diamankan petugas dengan barang bukti Narkoba sebanyak 2,035 butir pil ekstasi dan 2,848 Methampetamine serta Ketamine.

Bahkan menurut Dodi, pola proses pengiriman keempatnya terbilang sudah terorganisir secara baik.

Tak Tepati Janji Kampanye Gusur Warga Sunter Bakal Pengaruhi Elektabilitas Anies Baswedan

Lantaran mereka dalam mengirim narkoba dalam satu pesawat yang di dalamnya terdapat tiga sampai empat orang.

Para pelaku itu memiliki peran berbeda, mulai dari kurir hingga pengawas, untuk pengawas sendiri berperan mengawasi para kurir hingga sampai tujuan dan setelah sampai pengawas itu kembali ke negaranya.

"Itu hasil introgasi kami kemarin warga India begitu, jadi ada orang yang mengawasi setelah barangnya lewat dia balik lagi ke negaranya. Jadi bukan satu orang saja, mereka berkelompok satu pesawat itu yang dibagi-bagi ada yang ke Jakarta, Bandung dan lain sebagainya. Jadi tetap mau akhir tahun mereka menyetok narkoba dan berasal jaringan India, Malaysia, China dan dari Perancis," beber Dodi.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun penjara.

Ditambah denda maksimum Rp 10 miliar, ditambah 1/3 dalam hal ini barang bukti melebihi satu kilogram.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved