BKD Pecat 10 Oknum Satpol PP Pembobol ATM Rp 32 M: Semuanya Pegawai Tidak Tetap

Sebanyak 10 dari 12 orang oknum Satpol PP yang terlibat dugaan pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) telah dipecat.

BKD Pecat 10 Oknum Satpol PP Pembobol ATM Rp 32 M: Semuanya Pegawai Tidak Tetap
WARTA KOTA/MOHAMAD YUSUF
Ilustrasi pembobol ATM 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak 10 dari 12 orang oknum Satpol PP yang terlibat dugaan pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) telah dipecat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Wahyono mengatakan, 10 orang petugas Satpol PP yang dipecat itu berstatus pegawai tidak tetap (PTT).

"12 oknum itu, 10 orang PTT dan dua orang PNS, yang 10 orang PTT itu dipecat," ucapnya, Kamis (21/11/2019).

Dijelaskan Wahyono, sebanyak 10 orang petugas Satpol PP itu dipecat sejak 19 November lalu.

Sementara itu, dua orang petugas Satpol PP lainnya yang berstatus PNS masih menunggu pemeriksaan yang dilalukan pihak kepolisian.

"Kalau yang ASN ini masih menunggu putusan karena mereka diperiksa oleh pihak kepolisian," ujarnya saat dikonfirmasi.

"Kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka kita berhentikan sementara," tambahnya menjelaskan.

Kemudian, setelah oknum Satpol PP itu menjalani persidangan dan ada putusan berkekuatan hukum, BKD akan kembali mengambil sikap terhadap nasib mereka.

"Kalau berurusan dengan hukum, nanti kita lihat, kalau sudah ada putusan incraht baru ada keputusan kita berhentikan atau tidak," kata Wahyono.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved