Dinas UMKMP DKI Berencana Bangun 13 Lokasi PKL di Trotoar Sudirman-Thamrin

Nantinya, lanjut Adi, Dinas UMKMP DKI akan mengkaji 13 lokasi PKL tersebut. Pun rencananya akan diisi oleh pedagang makan dan minum

Dinas UMKMP DKI Berencana Bangun 13 Lokasi PKL di Trotoar Sudirman-Thamrin
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kesil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Adi Ariantara (paling kanan), saat memberi keterangan kepada awak Wartawan, di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Adi Ariantara, menyatakan pihaknya berencana membangun 13 lokasi pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

Kata Adi, sapaannya, pada satu lokasi rencananya akan dibangun satu hingga dua booth.

"Sampai hari ini jumlah yang baru kami tetapkan 13 titik, dalam pengertian satu titik bisa satu booth bisa dua booth," kata Adi, kepada Wartawan, di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Kamis(21/11/2019).

Nantinya, lanjut Adi, Dinas UMKMP DKI akan mengkaji 13 lokasi PKL tersebut. Pun rencananya akan diisi oleh pedagang makan dan minum seperti pada umumnya.

"Kami kaji titik-titik tersebut, apakah akan diisi dengan booth yang paling sederhana tanpa ada kegiatan masak, atau dengan finding machine," ucap Adi.

"Pada beberapa lokasi, kami lihat aktivitas masyarakat, outletnya dari MRT, sepanjang jalan tidak ada fasilitasi kebutuhan masyarakat. Minimal, dia bisa mendapat minum," dia menambahkan.

Adi berkata, 13 lokasi ini akan dibuat modern, tidak memakai tenda (atap terpal), dan rapi.

Kendati begitu, Adi menyebut pembangunan lokasi PKL ini tak menggangu aktivitas pejalan kaki.

Kecelakaan Beruntun Antar Truk Dekat Kantor Wali Kota Tangerang, Sopir Kembali Jadi Tersangka

Polres Metro Jakarta Utara Luncurkan Hotline Tim Tiger, Pelapor Dilayani 24 Jam ke Nomor Ini

Bocah SD di Garut Meninggal Disengat Tawon: Korban Gagal Nyemplung ke Bak Mandi Saat Diserang

Tentunya, kata dia, harus sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014 tentang rencana detail tata ruang (RDTR).

"Harus memperhatikan Perda 1 tahun 2014 tentang RDTR. Kedua adalah peraturan PUPR nomor 3 tahun 2013," ujarnya.

"Kami harapkan kajian ini bisa selesai Desember 2019," dia menambahkan.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved