Penjelasan Bank DKI Soal Dugaan Oknum Satpol PP Bobol ATM Rp 32 Miliar

Herry menjamin, dana nasabah yang ada di Bank DKI tetap aman dan ia mengimbau kepada nasabahnya untuk tidak khawatir

Penjelasan Bank DKI Soal Dugaan Oknum Satpol PP Bobol ATM Rp 32 Miliar
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Mesin ATM Bank DKI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sekretaris Perusahaan BANK DKI Herry Djufraini memberikan klarifikasi soal dugaan oknum Satpol PP yang membobol rekening Bank DKI senilai Rp 32 miliar.

Ia pun membantah bila ada dana nasabah Bank DKI yang hilang akibat peristiwa tersebut.

"Kasus yang terjadi tidak ada hubungannya dengan dana nasabah yang ada di Bank DKI karena tidak terkait dengan dana nasabah yang berada di Bank DKI," ucapnya dalam siaran tertulis, Kamis (21/11/2019).

Ia menjelaskan, meski oknum Satpol PP itu merupakan nasabah Bank DKI, namun tindak kriminal itu sendiri terjadi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bank lain sehingga tidak ada hubunganya dengan dana nasabah Bank DKI.

"Atas permasalahan ini, sejak awal kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait," ujarnya.

Herry menjamin, dana nasabah yang ada di Bank DKI tetap aman dan ia mengimbau kepada nasabahnya untuk tidak khawatir lantaran layanan Bank DKI tetap berjalan normal.

"Layanan dan kegiatan operasional perbankan tetap berjalan dengan normal. Bank DKI menjamin keamanan dana nasabah," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota Satpol PP diduga melalukan tindak kriminal dengan melakukan pembobolan ATM.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menyebut, kasus ini bermula saat beberapa orang petugas Satpol PP melakukan penarikan tunai di ATM, namun saldo tabungan mereka tidak berkurang.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved