Kisah Kaiman Mantan Napi Jadi Tukang Las Keliling: Dibui Buat Pistol, Pernah Bangkrut Gegara Boros

Pernah dibui akibat membuat pistol, kini Kaiman (57) jadi tukang las keliling Jakarta sampai Bekasi, Jawa Barat. ini kisahnya.

Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Kaiman, tukang las keliling Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATISAMPURNA - Pernah dibui akibat membuat pistol, kini Kaiman (57) jadi tukang las keliling Jakarta sampai Bekasi, Jawa Barat.

Kaiman yang merupakan warga Purbalingga, Jawa Tengah ini memiliki kecintaan pada dunia teknik.

Ia pun sempat bersekolah di jurusan teknik saat berada di kampungnya.

Kaiman, tukang las keliling Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019)
Kaiman, tukang las keliling Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Usai menamatkan sekolahnya hingga jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), akhirnya Kaiman diterima bekerja di pabrik yang ada di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur pada tahun 1993.

"Karena sudah bisa ngelas itu, diterima di pabrik dengan bidang pekerjaan yang sama juga. Semakin memantapkan keahlian mengelas saya," katanya di kawasan Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019).

Namun sayang, Kaiman yang saat itu merasa tersinggung oleh atasannya akibat ditegur dengan cara yang kurang mengenakan, ia memilih untuk berhenti bekerja secara sepihak.

"Pas saya merasa seperti itu, besokannya saya enggak masuk kerja lagi. Gaji juga saya enggak ambil," sambungnya.

Kaiman, tukang las keliling Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019)
Kaiman, tukang las keliling Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Begitu keluar, akhirnya Kaiman bekerja dibengkel pinggir jalan di daerah Jalan Pemuda Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur.

Merasa cocok bekerja seperti itu, akhirnya Kaiman bertahan sekira dua tahun.

"Lumayan lama yang dibengkel itu. Saya berhenti kerja itu karena nikah sama istri, Wiwi yang merupakan warga Cibubur," jelasnya.

Usai menikah, pekerjaan yang dicari Kaiman tetaplah di bengkel las.

Bedanya hanya di kawasan saja, jika dulu di daerah Pulogadung, namun usai menikah ia bekerja di kawasan Cibubur, Jakarta Timur dengan upah Rp 2.500 per hari.

Memiliki pengalaman selama bertahun-tahun akhirnya dijadikan Kaiman untuk membuka usaha las sendiri atau mandiri.

Bermodalkan uang Rp 500 ribu, akhirnya di tahun 1991, Kaiman berhasil membuka bengkel las miliknya sendiri dengan nama Cakra Las di bilangan Cilangkap, Jakarta Timur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved