Melihat Museum Perjoangan Bogor, Saksi Bisu Pejuang Bersimbah Darah Demi Negara

Perjuangan tentara dan masyarakat di Bogor dan sekitarnya melawan penjajah terekam di Museum Perjoangan Bogor.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Senjata yang terpajang di Museum Perjoangan Kota Bogor 

TRIBUNJAKARTA.COM - Perjuangan tentara dan masyarakat di Bogor dan sekitarnya melawan penjajah terekam di Museum Perjoangan Bogor.

Para pejuang tersebut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Museum ini didirikan tanggal 10 November 1957 di Jalan Merdeka No.56 Ciwaringin, Bogor Tengah, Kota Bogor oleh Yayasan Museum Perjoangan Bogor.

Baju petugas PMI saat zaman merebut kemerdekaan yang tersimpan di Museum Perjoangan Kota Bogor
Baju petugas PMI saat zaman merebut kemerdekaan yang tersimpan di Museum Perjoangan Kota Bogor (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Setelah itu baru diresmikan dan dibuka untuk umum oleh Kolonel R.A Kosasih panglima T.T III Siliwangi pada hari Jumat Pahing tepat pukul 08.00 WIB tanggal 15 Agustus 1958.

Pemandu Museum Perjoangan Bogor, Ben (71) mengatakan, museum ini merupakan gambaran situasi NKRI yang masih memanas di daerah Bogor dan Jawa Barat sekitarnya setelah kemerdekaan diproklamasikan.

Oleh karenanya, terdapat beberapa diorama dan barang peninggalan berupa senjata rampasan serta seragam yang digunakan oleh para pejuang.

"Meski telah merdeka, ternyata NKRI masih perlu mempertahankannya dari negara-negara yang belum mengakui kemerdekaan kita saat itu. Belanda dan pasukan sekutu kembali datang untuk menguasai Indonesia. Akhirnya masyarakat Indonesia harus kembali berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah didapat dengan susah payah," katanya saat ditemui TribunnewsBogor.com, Kamis (21/11/2019).

Tahun 1983, museum ini dilakukan pemugaran oleh pengurus Yayasan Museum Perjoangan Bogor yang baru.

Setelah selesai pemugaran, museum kembali diresmikan dan dibuka untuk umum tanggal 15 November 1988 oleh Brigjend. Purn. A.E.KA WILARANG mantan Komandan Bridge II Siliwangi si Bogor tahun 1947.

Selain pemugaran, juga ditambah taman dan prasasti sumbangan dari mantan pelajar CUUGAKKOO atau sekarang SMP, sebagai kenang-kenangan terhadap rekan mereka yang gugur selama Revolusi Perang Kemerdekaan Republik Indonesia 1945-1950.

Jika melihat bangunan depan museum, akan ditemui sketsel dimana di sisi kirinya terdapat lambang bintang segi lima diapit padi dan kapas.

Tanda ini dipakai oleh LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia) yang telah mendapat gelar PKRI (Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia) atau pembela Republik Indonesia yang dibebaskan Irian Barat dan Timor Timur.

Kemudian di sebelah kanan terdapat lambang Garuda Pancasila diapit bambu runcing yang dikelilingi padi dan kapas, serta di bawahnya bertuliskan angkatan 45.

Lambang ini digunakan untuk mereka yang tidak terlibat senjata seperti LVRI, biasanya mereka adalah seorang politikus, karyawan, guru, tokoh masyarakat, dan lainnya.

Sementara sketsel di sisi tengah ada teks Proklamasi.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved