RS Polri Tunggu Persetujuan Keluarga untuk Autopsi Jasad Pembonceng Motor Sport yang Tewas

Jasad perempuan berinisial MA (27) belum bisa diautopsi karena menunggu persetujuan keluarga.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo saat menunujukkan ruang pemeriksaan untuk korban kekerasan di Jakarta Timur, Jumat (15/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Jasad pembonceng Yamaha R15 yang tewas dalam kecelakaan tunggal akibat menghantam pagar Apartemen Taman Rasuna, Jakarta Selatan kini berada di instalasi forensik RS Polri Kramat Jati.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan jasad perempuan berinisial MA (27) belum bisa diautopsi karena menunggu persetujuan keluarga.

"Jasadnya belum diperiksa, keluarganya belum datang. Informasi yang kita terima keluarganya di Kupang," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Minggu (24/11/2019).

Lantaran belum diautopsi, tim dokter forensik belum bisa memastikan sebab kematian MA yang diduga tewas karena kelalaian LAW selaku pengemudi Yamaha R15.

Dalam menangani jasad korban kecelakaan lalu lintas, Edy menuturkan pihaknya juga berkoordinasi dengan penyidik yang menangani perkara.

"Untuk kasus kecelakaan lalu lintas biasanya sampai autopsi, tapi tergantung permintaan polisi," ujarnya.

Kecelakaan yang menewaskan MA berawal saat sepeda motor yang dikemudikan LAW melaju dari arah utara ke arah Epicentrum Boulevard Timur.

Namun LAW tak bisa mengendalikan laju kendaraannya di tikungan sehingga motor yang dikemudikan menghantam pagar Apartemen Taman Rasuna.

Pembahasan RAPBD DKI Molor, Gubernur dan DPRD Terancam Tak Digaji 6 Bulan Hingga Sikap Kemendagri

LPSK Sebut Peristiwa Pemerkosaan Ayah Tiri Terhadap Anaknya di Tangsel Merupakan Kasus Luar Biasa

Pihaknya Disebut Fadli Zon Tolak Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, PA 212 Ungkap Fakta Sebaliknya

"Pengemudi (LAW) tidak mengalami luka. Sementara, penumpangnya (MA) mengalami luka-luka dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Korban dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk divisum," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

LAW kini ditetapkan penyidik Ditlantas Polda Metro Jaya sebagai tersangka karena diduga lalai saat mengemudikan kendaraannya sehingga mengakibatkan MA tewas.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved