Kakek Usup Jual Roti di Pinggir Jalan Ciganjur: Rela Pulang Malam, Tak Kuat Jalan Idap Asam Urat

Cahaya lampu kendaraan sesekali menyorot ke wajah Kakek Usup (74), yang tengah duduk di bawah tiang listrik.

Kakek Usup Jual Roti di Pinggir Jalan Ciganjur: Rela Pulang Malam, Tak Kuat Jalan Idap Asam Urat
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Penjual roti, Kakek Usup sering berjualan di tepi Jalan M Kahfi 1, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (25/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Cahaya lampu kendaraan sesekali menyorot ke wajah Kakek Usup (74), yang tengah duduk di bawah tiang listrik.

Malam itu, Kakek Usup membawa tumpukan roti sembari menghadap ke jalan raya, berharap kendaraan melipir untuk membeli.

Penjual roti, Kakek Usup sering berjualan di tepi Jalan M Kahfi 1, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (25/11/2019).
Penjual roti, Kakek Usup sering berjualan di tepi Jalan M Kahfi 1, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (25/11/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Kakek Usup rela duduk berjualan hingga larut malam demi menyambung hidup keluarganya di kampung.

Sebab, kedua kakinya kini sudah tak mampu lagi berjalan lama karena penyakit asam urat yang telah lama dideritanya.

Ketika sedang berjualan, seorang pengendara motor wanita berhenti di depan Kakek Usup.

"Kek, seperti biasa ya, yang ada rasa Bluberry-nya," kata perempuan yang telah menjadi langganan lama Kakek Usup itu.

Namun, roti yang dibawa kakek Usup sedang tak banyak.

Perempuan itu kemudian memilih rasa lain dan melebihkan uang kepada Kakek Usup sebagai derma.

Ada juga pelanggan yang urung membeli dagangan roti kakek Usup karena rasa yang disukainya tak tersedia.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved