Petani Aceh Selundupkan Sabu

Dalam 3 Bulan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok 37 Kali Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Reynold menuturkan, nilai seluruh barang bukti tersebut di pasar gelap narkoba mencapai Rp 4 miliar.

Dalam 3 Bulan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok 37 Kali Gagalkan Penyelundupan Narkoba
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
44 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (30/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Dalam kurun tiga bulan terakhir selama periode September hingga Oktober 2019, Polres Pelabuhan Tanjung Priok telah menggagalkan 37 percobaan penyelundupan narkoba.

Dari 37 kasus tersebut, 44 orang sudah resmi berstatus sebagai tersangka.

"Barang bukti yang kami amankan antara lain 2 Kg sabu, 102 butir pil ekstasi, san 72,2 gran ganja," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Hutagalung, Sabtu (30/11/2019).

Tak hanya itu, Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga menyita 80 butir pil happy five.

Reynold menuturkan, nilai seluruh barang bukti tersebut di pasar gelap narkoba mencapai Rp 4 miliar.

"Dengan diamankannya semua barang bukti ini, kita sudah menyelamatkan lebih dari sembilan ribu nyawa," ujarnya.

Kasus terbaru yang diungkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok adalah penyelundupan sabu seberat 2 Kg pada Kamis (28/11/2019).

Tersangkanya adalah seorang petani asal Aceh yang coba menyelundukan sabu dari Batam ke Jakarta menggunakan Kapal Pelni KM Kelud.

"Kami juga mengamankan sabu seberat 234 gram di Setiabudi, Jakarta Selatan dengan tersangka RS pada 14 Oktober 2019," tutur Reynold.

Bawa Perubahan Positif, Bos Persija Buka Peluang Pertahankan Edson Tavares di Musim Depan

RESMI! Dinas Tenaga Kerja Naikkan UMK Kota Depok 2020 Jadi Rp 4,2 Juta

Ramalan Zodiak Besok, Minggu 1 Desember 2019: Aries Akan Sibuk, Taurus Jangan Berlebihan

Dua hari sebelum penangkapan RS, Polres Pelabuhan Tanjung Priok meringkus dua kurir sabu berinisial JH dan FA di Cianjur dan Bandung, Jawa Barat.

Keduanya diduga dikendalikan oleh tiga orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Bandung.

Dua tersangka ini diduga dikendalikan oleh narapidana di Lapas Banceuy," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

"Pengendalinya sudah kami bawa ke sini juga, sudah kami periksa," tambahnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved