Ingin Balas Dendam, Ustaz Endang Bangun Pesantren di Pelosok Tangerang Sediakan Sekolah Gratis

Yayasan Majelis Zikir Pesantren Al-Ikhlas di Jambe, Kabupaten Tangerang santri menuntut ilmu secara gratis. Uztaz Endang beralasan ingin balas dendam.

Ingin Balas Dendam, Ustaz Endang Bangun Pesantren di Pelosok Tangerang Sediakan Sekolah Gratis
Istimewa/dokumentasi Yayasan Majelis Zikir Pesantren Al-Ikhlas.
Kegiatan belajar mengajar di Yayasan Majelis Zikir Pesantren Al-Ikhlas, Jambe, Kabupaten Tangerang, Senin (2/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, JAMBE - Kawasan kecamatan Jambe, di pelosok Kabupaten Tangerang terkenal dengan rumah tahanannya (rutan) yang berukuran raksasa dan dikeliling oleh hutan rimba.

Siapa sangka, berdekatan dengan rutan klas 1 Jambe terdapat pesantren yang menyediakan sekolah gratis bagi para santrinya yang menimba ilmu di sana.

Pendiri Pesantren Al-Ikhlas ustaz Endang Hartana Tajudin Syarif saat ditemui di pesantren, Jambe, Kabupaten Tangerang, Senin (2/12/2019).
Pendiri Pesantren Al-Ikhlas ustaz Endang Hartana Tajudin Syarif saat ditemui di pesantren, Jambe, Kabupaten Tangerang, Senin (2/12/2019). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Yayasan Majelis Zikir Pesantren Al-Ikhlas yang letaknya terpencil di Jambe, Kabupaten Tangerang sudah berdiri sejak 13 November 2013 menampung para santri menuntut ilmu secara gratis.

Bukan tanpa alasan, pendiri Pesantren Al-Ikhlas ustaz Endang Hartana Tajudin Syarif mengatakan sejarah ia mendirikan sekolahnya karena balas dendam.

"Salah satu alasannya karena saya ingin balas dendam, karena waktu saya menuntut ilmu soal memperdalam agama saya, kedelapan anak saya itu disekolahkan oleh orang lain," kata Endang saat ditemui di kediamannya, Senin (2/12/2019).

Makanya, Endang mendirikan pesantren di atas tanah Jambe, Kabupaten Tangerang seluas 3.200 meter persegi yang kini menampung setidaknya 70 santri di sana.

Ia juga menaruh kebijakan untuk tidak memungut biaya sama sekali bagi santri yang ingin menimba ilmu di tingkat TPQ dan TK.

"Ke depannya Insha Allah kita akan membuka kelas untuk Sekolah Dasar (SD) dan SMP," sambung Endang.

Mahalnya biaya sekolah di era digitalisasi menjadi alasan berikutnya Endang tidak menaruh biaya sekolah untuk santrinya.

"Sebab untuk mensejahterakan rakyat dan warga sekitar itu harus dibekali dengan ilmu. Mengajarkan orang untuk beribadah itu tidak akan bisa untuk orang yang tidak sekolah dan berpendidikan, maka dari itu pendidikan dasar utama memberi ajaran apa pun ke masyarakat akar pikiran lebih terbuka," papar Endang.

"Visi misi Al-Ikhlas membangun ekonomi masyarakat dengan membangun pendidikan karakte formal mau pun non-formal," sambung dia.

Hingga saat ini, pesantren yang dikelilingi hutan dan sawah rimbun tersebut mendapatkan dana bantuan dari warga sekitar dan beberapa kali dari Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Apple Watch 5 Dibanderol Rp 7,5 Juta di Indonesia: Ada Penawaran Gratis Cicilan 1 Bulan

Sempat Berkelit, Wanita Terduga Pencuri Emas dan Ribuan Dolar AS Akhirnya Akui Perbuatannya

Endang menuturkan juga kalau santri yang ia bina kebanyakan berasal dari luar Tangerang.

"Yang deket malah menganggap sebelah mata. Mayoritas itu dari Garut, Tasik, Cirebon, Sukabumi, dan Purwakarta malah. Yang dari Tangerang malah segelintir saja," tandasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved