Kasus First Travel

Kecewa Putusan Hakim, Korban First Travel Mau Curhat ke DPR

Sidang putusan gugatan perdata korban First Travel berakhir dengan penolakan dari Majelis Hakim PN Depok. Mereka ingin curhat ke DPR.

Kecewa Putusan Hakim, Korban First Travel Mau Curhat ke DPR
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Korban calon jamaah haji dan umrah First Travel masih belum percaya atas putusan Majelis Hakim terhadap putusan gugatan perdata yang diajukan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Sidang putusan gugatan perdata korban First Travel berakhir dengan penolakan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Sidang tersebut, berlangsung siang tadi di Ruang Sidang Utama PN Depok, dipimpin Ketua Majelis Hakim Ramon Wahyudi.

"Menimbang berdasar musyawarah Majelis Hakim, mengadili dalam pokok perkara kesatu menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima kedua menghukum para penggugat dengan biaya perkara," ujar Ramon saat persidangan.

Menanggapi putusan tersebut, salah seorang korban First Travel Ira Faizah berujar pihaknya merasa dizalimi.

"Sembilan bulan saya bolak-balik ke PN Depok, hasilnya belum ada juga keadilan yang kami dapatkan. Sampai kapan kami terus dizalimi," katanya usai persidangan di PN Depok, Senin (2/12/2019).

Ira mengatakan bahwa langkah selanjutnya pihaknya akan mencoba mengungkapkan kekecewaan terhadap DPR RI.

"Kami rencana akan lanjut ke DPR, untuk mengungkapkan kekecewaan kami terhadap putusan Majelis Hakim," bebernya.

Sementara itu, korban lainnya Ario Tedjo Dewanggono menjelaskan bahwa pihaknya akan mengajukan banding.

"Kami pasti akan banding, karena kami punya bukti-bukti yang dinilai Hakim tidak sesuai dengan pembuktian," kata Ario di lokasi yang sama.

Halaman
123
Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved