Bocah Tewas Tersengat Listrik
Bocah Tewas Tersengat Listrik di Penjaringan Masih Bernafas Saat Ditolong
Bocah laki-laki berinisial GR (7) yang tersengat listrik di dekat Rusun Penjaringan, Jakarta Utara, sempat ditolong warga. Korban sempat bernafas.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Bocah laki-laki berinisial GR (7) yang tersengat listrik di dekat Rusun Penjaringan, Jakarta Utara, sempat ditolong warga.
Namun, nyawanya tak tertolong setelah dibawa ke Rumah Sakit Atma Jaya Pluit.
Pengelola Rusun Penjaringan Ahmad Hidayat menjadi orang pertama yang mencoba menolong GR.
Awalnya, Ahmad sempat mendengar teriakan warga soal adanya seorang bocah tewas tersengat listrik.
Ketika Ahmad menuju ke lokasi kejadian, dirinya sudah menemukan GR dalam keadaan tertelungkup.
"Lalu saya bergegas menolong, memakai bambu, lalu saya tarik supaya keluar genangan air," kata Ahmad, Kamis (5/12/2019).
Saat memberikan pertolongan, Ahmad melihat kondisi GR masih bernafas.
Namun, nafas bocah malang itu sudah mulai terengah-engah.
"Dia masih ada kayak sisa nafas. Jadi pas kaki saya naikkan, dia semacam masih ngap-ngapan. Saya lihat masih bisa (nafas)," kata Ahmad.
Ahmad dibantu warga sekitar lalu membawa GR ke RS Atma Jaya Pluit. Akan tetapi, korban menghembuskan nafas terakhirnya ketika berada di rumah sakit itu.
Setelahnya, jenazah GR dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat guna proses autopsi.
Polisi Telusuri Pemotong Kabel Listrik Rusun Penjaringan yang Jadi Penyebab Tewasnya Bocah 7 Tahun
Polisi menelusuri pihak yang memotong kabel listrik di lokasi tewasnya GR (7), bocah yang tersengat listrik di Rusun Penjaringan, Jakarta Utara.
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim mengatakan, kabel terpotong itu terlilit pada tiang listrik di lokasi.