Warga Cipinang Melayu Mengeluh Kebanjiran karena Proyek Tol Becakayu
Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan banjir yang terjadi sekira pukul 20.00 WIB akibat pembangunan Tol Becakayu yang dekat permukiman warga.
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Permukiman warga di RT 05, RT 07/RW 11 Kelurahan Cipinang Melayu terdampak banjir dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter pada Rabu (4/12/2019).
Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan banjir yang terjadi sekira pukul 20.00 WIB akibat pembangunan Tol Becakayu yang dekat permukiman warga RW 11.
"Setelah pembangunan Tol Becakayu, jalan di RW 11 jadi lebih tinggi. Sehingga air tumpah ke saluran warga dan saluran yang dibuat oleh pihak proyek belum maksimal," kata Agus di Makasar, Jakarta Timur, Kamis (5/12/2019).
• Besok, Warga Cipinang Melayu Bahas Ganti Rugi Banjir dengan Pengembang Kereta Api Cepat
Tak lama banjir menjamah rumah warga, Agus mendapat keluhan terkait imbas proyek Tol Becakayu yang merupakan hajat pemerintah pusat.
Menurutnya yang jadi masalah bukan soal tinggi dan lama banjir surut, melainkan karena permukiman warga RW 11 sebelumnya tak kebanjiran.
"Memang banjirnya enggak tinggi dan cuman sebentar, tapi yang jadi masalah penyebabnya. Kemarin itu hujan cuman satu jam, tapi rumah warga sudah kebanjiran," ujarnya.
Banjir imbas proyek Tol Becakayu yang pengerjaannya ditangani PT Waskita Karya selaku kontraktor bukan pertama kalinya terjadi.
Namun baru kemarin malam debit air sampai merendam bagian dalam rumah sehingga memaksa warga harus bersih-bersih.
"Sebelumnya enggak sampai masuk rumah, hanya di jalan saja. Semalam saya sama PPSU juga bantu untuk penanganan," tuturnya.