Bandar Sabu di Koja Tewas Ditembak Karena Memukul Petugas, Pemasoknya Masih Buron

Jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya meringkus bandar sekaligus pengedar sabu berinisial S yang kerap memasarkan narkoba di Jakarta Utara.

Bandar Sabu di Koja Tewas Ditembak Karena Memukul Petugas, Pemasoknya Masih Buron
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan di RS Polri Kramat Jati, Jumat (6/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya meringkus bandar sekaligus pengedar sabu berinisial S yang kerap memasarkan narkoba di Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan S diamankan di wilayah Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Kamis (5/12/2019).

"Dari hasil penangkapan polisi mengamankan barang bukti seberat 114,5 gram sabu," kata Yusri di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/12/2019).

Kronologi Atlet Kontingen Indonesia Disajikan Makanan Nonhalal di Sea Games 2019, Filipina Membantah

Tim Mobile Legends Indonesia ke Final SEA Games 2019 Cabang eSports Usai Kalahkan Malaysia

Presiden Jokowi Penuhi Permintaan Megawati Untuk Mencari Pengganti Maruf Amin dan Mahfud MD di BPIP

Setelah diamankan S yang merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkotika mengaku mendapat sabu dari pelaku berinisial Papi.

Namun saat diminta menunjukkan kediaman Papi, Yusri menuturkan S memukul personel sehingga akhirnya dihujam timah panas.

"Anggota mengambil tindakan tegas sesuai SOP dengan melakukan tindakan terukur," ujarnya.

"Maka pelaku terkena tembakan dari anggota di perjalanan meninggal dunia," lanjutnya.

Lantaran tewas sebelum menunujukkan tempat persembunyian pemasoknya, Yusri menyebut jajaran Ditresnarkoba belum bisa meringkus Papi.

Namun Yusri menyebut jajaran Ditresnarkoba sudah mengantongi tempat persembunyian pemasok sabu jaringan S.

"Tim sudah mengantongi tempat berkumpulnya atas nama Papi," tuturnya.

"Harapan kami kita bisa mengukap lagi jaringan di atasnya supaya dapat mengembangkan kasus tersebut," tandas Yusri. (*)

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved