Pedagang Kue Putu yang Tewas Tersambar Kereta di Cakung Dimakamkan di Brebes

Zaenal menuturkan jenazah Rosadi dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) lebih dulu sebelum dibawa ke Brebes untuk dimakamkan.

Pedagang Kue Putu yang Tewas Tersambar Kereta di Cakung Dimakamkan di Brebes
TribunJakarta.com/Bima Putra
Jasad Rosadi (69) yang sudah tertutup kain di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (8/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pedagang kue putu bernama Rosadi (69) tewas tersambar kereta api di perlintasan wilayah RT 04/RW 08 Kelurahan Jatinegara, Minggu (8/12/2019) sekira pukul 15.30 WIB.

Ketua RT 03/RW 08 Zaenal Arifin (52) tempat Rosadi tinggal mengatakan selama mengadu nasib di Ibu Kota almarhum tinggal seorang diri mengontrak.

"Almarhum dimakamkan di Brebes, karena keluarganya di sana semua. Kalau di sini dari dulu tinggalnya sendiri, tapi saudaranya tinggal dekat sini," kata Zaenal di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (8/12/2019).

Usai mendapat kabar dari warga dan jajaran Polsek Cakung, Zaenal bergegas menghubungi kerabat Rosadi yang tinggal di Kelurahan Penggilingan.

Zaenal menuturkan jenazah Rosadi dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) lebih dulu sebelum dibawa ke Brebes untuk dimakamkan.

"Tadi yang ikut ke RSCM saudaranya sama tetangga dekat kontrakan korban. Nanti yang mengurus keperluan administrasi di rumah sakit saudaranya," ujarnya.

Laga Badak Lampung Vs Persija Sempat Dihentikan, The Jakmania Pertanyakan Tiket yang Dijual Panpel

Jasa Marga Bakal Siapkan 4 Parking Bay di Tol Layang Jakarta Cikampek

Pantauan TribunJakarta.com, jenazah Rosadi yang tersambar kereta api jurusan Jawa di jalur empat dievakuasi sekira pukul 18.35 WIB.

Jenazah Rosadi dibawa ke RSCM menggunakan mobil jenazah berpelat B 1392 PHX milik Dinas Kehutanan Pemprov DKI Jakarta.

Arus lalu lintas di Jalan I Gusti Ngurah Rai sendiri sempat macet total karena banyaknya pengendara yang hendak melihat jenazah Rosadi.

Rosadi tewas saat hendak menyeberang ke wilayah Duren Sawit sembari memanggul dagangannya di perlintasan yang hanya bisa dilewati pejalan kaki.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved