Cerita Siska, Terlahir Pria Namun Putuskan Jadi Waria sejak Umur Belasan, Pernah Hidup Menggelandang
Yorstiv Satya Putra Dilli Koestianto (27) terlahir normal sebagai laki-laki, beranjak dewasa ia memutuskan menjadi waria. Ini kisahnya.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Siti Nawiroh
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK MELATI - Yorstiv Satya Putra Dilli Koestianto (27) terlahir normal sebagai laki-laki, beranjak dewasa ia memutuskan menjadi waria.
Perubahan hidupnya tak lepas sejak sekolah dasar sudah sering bermain dengan teman-teman perempuan.
Tak sekali dua kali pengalamat pahit didapat Yorstiv ketika menjadi waria.
TONTON JUGA:
Apalagi, banyak pandangan negatif orang terhadap waria selama ini.
Waria kelahiran 27 tahun silam ini punya sapaan akrab Siska.
"Sampai sejauh ini memang masih banyak yang memandang kita (waria) sebelah mata," ujar Siska kepada TribunJakarta.com, Minggu (8/12/2019).
"Banyaklah yang masih seperti itu," tegas dia.
Yorstiv mengaku sejak kecil digembleng orangtuanya seperti anak lelaki pada umumnya.
• Ritual Kuda Lumping Makan Korban Ibu PKK, Pelaku Sekarat Diamuk Massa
Merasa beda sejak sekolah dasar
Sisi feminimnya timbul saat ia duduk di bangku sekolah dasar.
Saat itu, ia mengaku banyak sekali memiliki teman perempuan.
• Vanessa Angel Bereaksi Disinggung soal Susu Murni dari Pegunungan, Blak-blakan Tanyakan Ini
Mulai dari belajar hingga bermain bersama kerap mereka lakoni setiap waktu.
"Udah dari SD aku begini. Ya ada teman lelakinya tapi enggak banyak."
"Aku mulai sadar kalau lebih tertarik ke perempuan," sambung waria asal Surabaya itu.

Sewaktu sekolah dasar, Yorstiv belum berani berpindah gender.
Ia merasa masih terlalu dini untuk memutuskan hal ekstrem dalam hidupnya.
Barulah di usia 13 tahun dan tepat beberapa hari setelah lulus sekolah dasar, ia memutuskan ke Jakarta naik kereta api.
• Jelang Menikah, Video Syur Gadis Pegawai Laundry Malah Disebar Calon Suami
"Pas umur 13 tahun aku ke Jakarta turun di Jatinegara. Zaman dulu kan bisa nebeng kereta," jelasnya.
Selama setahun di Jakarta, tak ada pekerjaan tetap yang ia lakoni.
Apapun ia lakukan demi sesuap nasi, dari mengamen sampai jadi anak punk.
"Setahun di Jakarta, dulu hidupku jadi gelandangan. Enggak ada rumah, enggak ada tempat tinggal."
"Jadi pengamen pernah, jadi anak punk juga pernah," ungkap Siska.
Tak perduli bagaimana ia menjalani hidupnya, yang terpenting bagi Siska bisa menyambung hidup.
Sebab ia sebatang kara tinggal di Jakarta.
• Lihat Putri Nia Ramadhani Mikhayla Zalindra Joget di Pesta Ultah, Ardi Bakrie Mengaku Mulai Khawatir

Putuskan menjadi waria
Merasa penghasilannya tak menentu, Siska memilih untuk menjadi waria di usia 14 tahun.
"Karena sudah merasa kayak perempuan, akhirnya aku terjun langsung sekalian aja (jadi waria)," ungkap Siska.
Keputusannya memilih menjadi waria untuk menambah penghasilannya.
• Sebelum Tewas, Ibu Muda Ini Persilakan Suami Cari Istri Lagi Lewat Pesan di Facebook
Sejak itu ia memutuskan untuk mengamen sambil menjadi waria di sekitaran Bekasi dan Jakarta Timur.
Tak lupa ia pun mengganti nama aslinya menjadi 'Siska'.
"Kalau penghasilan rahasia ya. Enggak mau aku ungkapin. Tapi lumayan dibanding dulu," lanjutnya.
Meskipun penghasilannya terbilang lumayan, Siska merasa malu bekerja seperti ini.
Bukan lantaran berubah gender, melainkan malu karena saat ini tubuh yang dirawatnya menjadi kotor.
• Viral Peselancar Filipina Pilih Selamatkan Atlet Indonesia dan Lepas Peluang Emas, Ini Profilnya
"Aku malu sebenarnya begini. Ini lihat pada kotor. Makanya pas awal ngamen tuh aku malu," ucap Siska sambil menyeka kotoran di lengannya.
Siska pun harus sering membersihkan tubuhnya setelah berkeliling dan berpanas-panasan mengamen.
"Biarpun waria, tetap harus jaga kebersihan," tandasnya.