Breaking News:

BPBD Bekasi Pastikan Tidak Ada Bangunan Rusak Atau Korban Jiwa Akibat Gempa Bumi di Cibarusah

Kepala Tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kabupaten Bekasi, Budi Sutrisno, mengatakan, timnya telah terjun langsung ke titik kordinat gempa bumi

bodnarchuk // Kompas.com
Ilustrasi gempa 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIBARUSAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi memastikan tidak ada bangunan rusak atau korban jiwa akibat gempabumi yang terjadi di wilayah Kecamatan Cibarusah, Selasa, (10/12/2019).

Kepala Tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kabupaten Bekasi, Budi Sutrisno, mengatakan, timnya telah terjun langsung ke titik kordinat gempa bumi sesuai data yang diterima dari BMKG.

"Sudah dari titik kordinat enggak ada, enggak ada kerusakan, enggak ada korban jiwa," kata Budi kepada TribunJakarta.com.

Titik kordinat gempa bumi berada di dekat perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Bogor tepatnya di Desa Ridogalih dan Desa Ridomanah.

"Hanya getaran bawah tanah, walaupun kedalam 4 kilometer enggak ada (kerusakan dan korban jiwa) hanya pergerakan tanah aja," jelas dia.

Dari keterangan warga yang tinggal dekat titik kordinat, Budi mengatakan, ada sebagian warga yang merasakan getaran atau guncangan pada saat gempabumi terjadi.

"Kalau dari warga yang merasakan cuma hanya hitungan detik, kaya merasakan mental gitu, cuma dipastikan enggak ada bangunan rusak," tegasnya.

Warga di Perumahan Royal Citayam Resah dengan Kemunculan Puluhan Anak Ular Kobra

2 Kali Kalah Beruntun di Liga 1 2019, Pelatih Persija Akui Minimnya Konsentrasi di Lini Belakang

Sebelumnya diberitakan, Gempabumi berkuatan 3,2 Magnitudo terjadi di Wilayah Kabupaten Bekasi dengan pusat gempa terletak di kawasan barat dayat tepatnya di Kecamatan Cibarusah.

Berdasarkan infomasi yang diterima dari BMKG, gempabumi terjadi pukul 12.45 WIB dengan titik kordinat 6.54 LS - 107.08 BT, tepatnya berada di darat dengan jarak 22 kilometer kedalaman 4 kilometer.

Dalam keterangan itu pula, BMKG menjelaskan, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Cikarang dengan Skala Intensitas II - III MMI, Di Cibarusah dengan Skala Intensitas II - III MMI.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved