Pembobol Minimarket yang Diringkus di Duren Sawit Beranggotakan Residivis, Sudah 10 Kali Beraksi

Komplotan pelaku pembobol minimarket yang diringkus anggota Buser Polsek Duren Sawit awal bulan November lalu sudah beraksi sebanyak 10 kali

Pembobol Minimarket yang Diringkus di Duren Sawit Beranggotakan Residivis, Sudah 10 Kali Beraksi
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Pelaku utama pencurian motor di minimarket yang berpenghasilan hingga ratusan juta dalam sebulan, S dan W di polsek Setiabudi Jakarta selatan (28/3/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Komplotan pelaku pembobol minimarket yang diringkus anggota Buser Polsek Duren Sawit awal bulan November lalu sudah beraksi sebanyak 10 kali.

Kapolres Metro Jakarta Timur AKBP Arie Ardian Rish mengatakan para pelaku yakni Paulus Nababan, Bernandus Nainggolan, dan Rudi Sitorus beraksi di sejumlah wilayah.

"Mereka sudah beraksi sebanyak 10 kali, di antaranya di wilayah Jakarta Timur, Cileungsi, dan Bogor," kata Arie di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (10/12/2019).

"Mereka di tangkap depan satu minimarket di Jalan Kolonel Sugiono," sambungnya.

Dalam setiap aksinya mereka selalu mempersiapkan diri dengan berbagai perkakas, di antaranya gunting pemotong gembok, linggis.

Obeng, kunci leter T yang dipakai pelaku menjebol gembok lalu masuk dan menggasak barang dalam minimarket untuk dijual ke penadah.

"Para pelaku ini semuanya residivis kasus serupa juga, pencurian disertai pemberatan," ujarnya.

"Satu pelaku lain berinisial S melarikan diri saat penangkapan, sekarang dalam pengejaran," lanjutnya.

Arie menuturkan para pelaku yang kini mendekam di sel tahanan Mapolrestro Jakarta Timur diganjar pasal 363 KUHP juncto 53 KUHP.

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit Iptu Fadholi mengatakan para pelaku selalu menjual hasil curiannya ke penadah bernama Shite.

Shite yang kini juga buron menyewa satu rumah di Bekasi jadi tempat penyimpanan seluruh barang curian sebelum dijual.

"Keuntungannya relatif, sekali dapat bisa sampai Rp 5 juta," tutur Fadholi.

"Pengakuan mereka saat diperiksa begitu. Sekarang kita ita masih cari penadah dan pelaku lainnya," lanjutnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved