Terbakar Cemburu Suami Bunuh Istri

Suami Bacok Istrinya di Tangsel Sempat Minta Diracun Karena Tak Tahan Dengar Sang Istri Selingkuh

Suami bacok istrinya di Tangerang Selatan sempat minta diracun karerna tak tahan dengar belahan jiwa selingkuh.

Suami Bacok Istrinya di Tangsel Sempat Minta Diracun Karena Tak Tahan Dengar Sang Istri Selingkuh
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
HE alias Mbah (72), pembacok istrinya sendiri diamankan di Mapolsek Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (10/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Terpaan isu perselingkuhan telah membuat rumah tangga pasangan HE (72) dan RO (43) renggang, dan kerap ribut.

HE yang karib disapa Mbah itu sampai gelap mata hingga tega membacok istrinya di bagian wajah pada Selasa (10/12/2019) dini hari.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com, sang istri akhirnya meninggal dengan luka parah di bagian wajah saat dibawa ke RSU Tangsel.

Meski sebenarnya ia tak bermaksud membunuh, melainkan ingin membuat cacat istrinya agar tidak berselingkuh.

Di ruang penyidikan Unit Reskrim Polsek Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Mbah mengaku kepada penyidik bahwa dirinya sendiri tidak pernah memergoki secara langsung istrinya berselingkuh.

"Jujurnya, bininya itu selingkuh, terus. Ya itu sama Tarsim itu. Tau persis sih enggak, cuma kan ramai," ujar Mbah.

Sejak 2012 lalu pernikahan mereka yang sama-sama berstatus sudah pernah menikah, alias janda dan duda, isu perselingkuhan baru menerpa beberapa tahun belakangan.

Mbah yang merasa sudah banting tulang bekerja sebagai pemulung, untuk menghidupi istri dan anak yang masih kecil, berat memendam kabar perselingkuhan yang disampaikan orang-orang di sekitarnya.

Dengan suara berat, dan tangan terborgol, Mbah bahkan mengatakan, sering meminta agar istrinya lebih baik membunuh dirinya.

Mbah rela jika yang membunuh adalah istri tercintanya sendiri.

"Sebelum kejadian gini, embah sering ngomong. Tega-tegain, bikinin kopi kan saya enggak tahu, campurin obat tikus kek, yang banyak biar mati," ujar Mbah menirukan percakapan dengan istrinya.

"Enggak apa-apa saya, rela saya kalau kamu yang matiin," sambungnya. (*)

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved