Antisipasi Hepatitis A, KPAD Bekasi Minta Pedagang Jajanan di Sekolah Harus Higienis

KPAD Kota Bekasi mewanti-wanti penyebaran wabah Hepatitasi A yang belakangan ramai terjadi di wilayah Depok.

TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Komisioner KPAD Kota Bekasi Bidang Kesehatan dan Napza, Hadyan Rahmat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mewanti-wanti penyebaran wabah Hepatitasi A yang belakangan ramai terjadi di wilayah Depok.

Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Depok itu mengharuskan wilayah di sekitarnya seperti Jakarta dan Bekasi ikut waspada akan penyakit menular tersebut.

Komisioner Bidang Kesehatan dan Napza KPAD Kota Bekasi, Hadyan Rahmat, mengatakan, pihaknya telah bersurat ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk berkordinasi melakukan upaya antisipasi khususnya di sekolah-sekolah.

"Surat sudah dikirim untuk kordinasi bergerak bersama tetutama untuk jajanan di sekolah-sekolah," kata Hadyan dikantornya, Rabu, (11/12/2019).

Seperti yang diketahui, wabah penyakit Hepatitis A yang terjadi di Kota Depok diduga berasal dari makanan yang dikonsumsi siswa SMP Negeri 20.

Untuk itu, Hadyan menilai, fokus utama yang akan dilakukan pihaknya bersama dengan Dinkes Kota Bekasi adalah penyuluhan pentingnya mengkosumsi makanan yang higienis.

"Kita juga harus menekankan bagaimana setiap siswa itu menjaga kebersihan, seperti misalnya cuci tangan sebelum makan," tambahnya.

Antisipasi penyebaran penyakit terutama dari makanan yang ada di sekolah tidak cukup hanya penyuluhan ke siswa.

Hal yang sama juga harus ditanamkan ke setiap pedagang agar selalu mengutamakan kebersihan.

"Penjual atau pedagang ini kita rangkul sama-sama supaya mereka lebih memahami, betul mereka jualan tapi bukan sekedar makanan yang dijual masuk ke dalam perut," ujarnya.

"Intinya adalah higienis, seperti apa si penjual jajanan di sekolah menyajikan makanan, sudah bersihkan, atau nanti kita himbau agar selalu menggunakan sarung tangan," jelas dia.

Sementara itu, Kadinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan langkah penyisiran akan dilakukan secara menyeluruh ke tiap-tiap sekolah di Kota Bekasi.

Pihaknya akan menerjunkan petugas Dinkes mulai dari puskesmas dan perangkat lingkungan lainnya.

"Penyisiran ini bukan mengambil sampel (makanan), tetapi kita lebih pada memastikan kebersihan lingkungan sekolah, prilaku individunya," ungkap Tanti.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved