Kepadatan Penduduk Penyebab Kasus Kusta dan Malaria di Jakarta Timur Terbanyak se-DKI
Jumlah warga Jakarta Timur yang terjangkit Kusta, Malaria, dan Tuberkulosis sepanjang tahun 2018 jadi yang paling tinggi se-DKI Jakarta.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Jumlah warga Jakarta Timur yang terjangkit Kusta, Malaria, dan Tuberkulosis sepanjang tahun 2018 jadi yang paling tinggi se-DKI Jakarta.
Kasudin Jakarta Timur Indra Setiawan mengatakan jumlah tersebut tak lepas dari banyaknya jumlah penduduk Jakarta Timur sebagai kota terpadat se-DKI.
"Untuk data tersebut karena jumlah penduduk Jakarta Timur lebih besar di banding wilayah lain," kata Iwan saat dikonfirmasi di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (15/12/2019).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta tahun 2018, jumlah warga Jakarta Timur tercatat sebanyak 2.889.426 jiwa
Iwan menuturkan pada tahun 2017 diperkirakan tercatat 9.793 kasus Tuberkulosis dengan angka penemuan 12.766 kasus.
"Angka keberhasilan pengobatan tahun 2017 sebesar 11.269 kasus (86%). Kalau dilihat data (keberhasilan pengobatan) Jakarta Timur melebihi target yang diberikan Kementerian Kesehatan," ujarnya.
Namun Iwan tak menyebut bagaimana persebaran penyakit Kusta, Malaria, dan Tuberkulosis di Jakarta Timur dan Kecamatan paling banyak temuan.
Dia hanya menjelaskan Pemkot Jakarta Timur tak lepas tangan dalam penanganan ketika warga sakit.
Sebagai informasi informasi BPS DKI Jakarta mencatat sepanjang tahun 2018 sebanyak 131 warga Jakarta Timur terjangkit Kusta.
Urutan kedua ditempati Jakarta Barat dengan jumlah sebanyak 99 kasus, urutan ketiga Jakarta Utara dengan 64 kasus Kusta.
• Polisi Perketat Pengawasan Antisipasi Penjual Daging Ayam Berfomalin dan Daging Celeng Jelang Natal
• 3 Tempat Hiburan Malam di Tamansari Jakbar yang Direkomendasikan Ditutup karena Narkoba
Urutan keempat Jakarta Selatan dengan jumlah 42 kasus, urutan kelima Jakarta Pusat dengan jumlah 25 kasus, dan urutan keenam Kepulauan Seribu dengan jumlah 6 kasus.
Dalam kasus Malaria, sepanjang tahun 2018 tercatat 28 warga Jakarta Timur terjangkit Malaria, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan dengan jumlah 10 kasus.
Jakarta Utara 8 kasus, Jakarta Pusat 7 Kasus, hanya Kepulauan Seribu yang tercatat bersih dari kasus Malaria dengan jumlah 0 kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/nyamuk_20180222_142633.jpg)