Belajar di Sekolah Alam Ciganjur: Kejar Passion Tinggalkan Ujian Nasional
Sekolah Citra Alam Ciganjur tak mengedepankan nilai akademis para siswanya selama mengeyam pendidikan
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Sekolah Citra Alam Ciganjur tak mengedepankan nilai akademis para siswanya selama mengeyam pendidikan.
Mereka percaya setiap anak memiliki keistimewaannya masing-masing.
Nilai bukan faktor yang mutlak untuk dipenuhi.
Mengembangkan minat dan bakat lebih penting untuk merencanakan masa depannya kelak.
Suasana pagi itu tampak sejuk. Sekolah yang berdiri di atas tanah seluas sekira delapan ribu meter persegi itu dilingkupi rimbunan pepohonan hijau.
Di pagi yang mendung, sejumlah siswa berpakaian kemeja bebas bergegas dari sekolah berkonstruksi kayu menuju saung untuk menunaikan salat duha.
Sebanyak delapan siswa salat berjamaah bersama para pengajar.
Usai salat, mereka meriung di atas saung sembari berdiskusi untuk mempersiapkan acara Expo Project, di sekolahnya, besok.
Acara itu bertujuan untuk memamerkan proyek-proyek mereka sesuai dengan minatnya.
"Jadi harus tahu apa aja yang harus dibeli, apa aja yang harus diprint," imbau Direktur Pengembangan Program Sekolah, Ari Okta.
Para siswa saling membagi tugas untuk keperluan acara tersebut.
Mulai dari mempersiapkan soundsystem, tenda, dekorasi, hingga proyek-proyek mereka yang akan dipamerkan.
"Saya lagi mau mencari dulu soundsystem masih belum ada," usul salah satu pelajar.
Selepas berdiskusi, ada sejumlah siswa yang tengah mempersiapkan dekorasi di depan halaman, ada juga mereka yang berada di dalam ruang guru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sekolah-citra-alam-ciganjur.jpg)