Breaking News:

Teror Ular Kobra

Marak Fenomena Ular Kobra Teror Pemukiman Warga, Panji Petualang Ungkap Faktor Penyebabnya

Panji Petualang beberkan penyebab fenomena banyaknya ular kobra yang berkeliaran di pemukiman warga.

Kolase Instagram?panjipetualang_real
Ular king kobra di Kapuas yang disebut tidak berpindah tempat selama 4 tahun (kiri) dan Panji Sang Petualang (kanan). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muji Lestari

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Panji Petualang beberkan penyebab fenomena banyaknya ular kobra yang berkeliaran di pemukiman warga.

Hal itu disampaikan Panji Petualang, saat menjadi bintang tamu di program acara Call Me Mel (16/122019), yang dipandu oleh Melaney Ricardo dan Ichsan Akbar.

Melansir tayangan YouTube Official iNews, Melaney Ricardo tampak keheranan dengan fenomena teror ular kobra yang kini tengah marak di masyarakat.

Melaney tampak tak habis pikir, bagaimana bisa ular kobra secara serentak berkeliaran di sejumlah pemukiman.

Kabarnya, sejumlah pihak mengatakan bahwa saat ini tengah menjadi musim bertelur bagi para ular tersebut.

Heboh Teror Kobra, Panji Petualang Beberkan Penanganan Tepat saat Digigit Ular Berbisa: Bukan Diikat

Penasaran, Melaney Ricardo pun menanyakan hal tersebut kepada Panji Petualang.

"Lagi heboh sekarang, katanya sekarang banyak king kobra bertelur, itu bener enggak sih Ji?" tanya Melaney.

Ditanya begitu, Panji Petualang pun meluruskan, bahwa ular yang tengah heboh diperbincangkan bukanlah king kobra melainkan kobra biasa.

"Iya, sebetulnya bukan king kobra, tapi kobra biasa," ujar Panji.

Masih penasaran, Melaney kembali bertanya soal kebenaran ular-ular tersebut menyerang pemukiman.

"Betul lagi bertelur banyak sampai ke pemukiman?" tanya Melaney.

Panji petualang pun membenarkan soal adanya ular-ular yang menyerang pemukiman warga.

"Iya betul," jawab Panji.

Ichsan Akbar co host Melaney rupanya ikut penasaran, bagaimana bisa fenomena tersebut terjadi bahkan hingga menyerang pemukiman.

"Kenapa bisa begitu fenomenanya?" tanya Ichsan Akbar.

Ditanya begitu, Panji kemudian mengungkapkan penyebab ular kobra itu bisa berkeliaran hingga ke pemukiman.

Panji menyebutkan, faktor utamanya yakni akibat kerusakan habitat ular itu sendiri.

"Faktornya adalah kerusakan habitat," ujar Panji.

Pria yang kerap disebut pawang ular itu menjelaskan, kerusakan habitat membuat ular kehilangan tempat tinggalnya.

"Kerusakan habitat membuat mereka tidak bisa lagi menemukan habitat aslinya," terang Panji.

Ia juga menjelaskan, ular kobra sesungguhnya habitat ular kobra memang berdekata denga manusia.

"Sebetulnya kobra itu habitatnya memang berdekatan dengan manusia," kata Panji.

Unggah Foto Vanessa Angel dengan Sosok Diduga Suami, Bibi Ardiansyah: Selamat Mas, Jagain yang Baik

"Sedari dulu memang sering ditemukan di persawahan," lanjutnya.

Panji mengungkapkan, pembangunan bisa menjadi satu di antara penyebab rusaknya habitat ular kobra tersebut.

"Tapi kan seriring berjalannya waktu, sawah itu dijadikan rumah, tempat industri, jalanan, dan hal itu membuat mereka (ular) tersingkir," terang Panji.

Hal tersebut kemudian menjadikan ular kehilangan tempat tinggalnya yang pada akhirnya terjadilah fenomena seperti sekarang.

"Akhirnya mereka tidak punya habitat, dan konfliklah terjadi di situ," ujar Panji.

Usai mendapat pejelasan dari Panji, Melaney Ricardo kembali bertanya terkait ular-ular yang kabarnya tengah bertelur di bulan ini.

"Dan bener bulan Desember ini bulan bertelurnya si ular-ular itu?" tanya Melaney.

Panji Petualang kemudian menjelaskan, sebetulnya bulan Desember ini adalah bulan untuk para telur-telur ular menetas.

Tangkap Penjahat saat Sedang Pacaran, Sepasang Kekasih Anggota Tim Tiger Dapat Penghargaan

Sementara, kata Panji, ular-ular itu bertelur pada bulan Juli lalu.

Maka dari itu sekarang kebanyakan ular yang menyerang pemukiman warga masih berukuran kecil.

Diduga ular-ular tersebut adalah ular yang baru saja menetar dari telurnya.

"Bulan menetas, kalau bertelurnya ular itu di bulan Juli," kata Panji.

SIMAK VIDEONYA DI MENIT 11.56:

Penulis: Muji Lestari
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved