Breaking News:

Polisi Sebut Gembong Narkoba Indonesia Cuci Uang Lewat Judi dan Kasino Online

Para gembong narkoba yang total asetnya mencapai miliaran memiliki banyak cara 'memutar uang' hasil bisnisnya agar sulit ditelusuri penegak hukum.

Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
TribunKaltim
Ilustrasi Narkoba 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Para gembong narkoba yang total asetnya mencapai miliaran memiliki banyak cara 'memutar uang' hasil bisnisnya agar sulit ditelusuri penegak hukum.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan satu cara yang digunakan gembong narkoba Indonesia 'mencuci uangnya' lewat judi dan kasino online.

"Bisa dicatat, bahwa hasil penelusuran kami mengenai uang pencucian dari kejahatan narkotika itu terkait dengan judi-judi online dan kasino di Indonesia," kata Arman di kantor BNN Cawang, Jumat (20/12/2019).

Sopir Taksi Online yang Peras Istri Sirinya Mengaku Pernah Berhubungan Badan dengan 14 Penumpangnya

Namun untuk sekarang dia belum bisa membeberkan bagaimana perputaran uang bisnis narkoba lewat judi dan kasino online.

Arman hanya menuturkan BNN bakal mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan para gembong narkoba.

Kurun lima tahun terakhir, BNN mendapati TPPU yang dilakukan sejumlah bandar mencapai sekitar Rp 25 triliun.

"Lima tahun terakhir, kurang lebih dari beberapa sindikat. kurang lebih Rp 25 triliun. Itu kurang lebih 20 atau 19 sekian (bandar)," ujarnya.

Upaya mengamankan aset gembong narkoba diharap memutus sindikat narkoba yang melibatkan banyak pihak.

Arman menyebut tertangkapnya satu bandar tak berarti peredaran narkoba di Indonesia terputus begitu saja.

"Contoh bahan bakunya kemungkinan datang dari China atau India, tapi dibuatnya itu di Myanmar, Laos atau Thailand."

"Disimpannya bisa di Malaysia, transitnya bisa di Indonesia," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved