7 Orang Tertabrak Kereta di Cibitung

Korban Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Cibitung Berencana Habiskan Libur Tahun Baru Bersama

Firmansyah (49), tak menyangka kepulangan tujuh anggota keluarga dari kediamannya pada Sabtu (21/12/2019) sekira pukul 21.30 WIB berujung petaka.

Korban Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Cibitung Berencana Habiskan Libur Tahun Baru Bersama
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Makam Syarifudin di TPU Kemiri, Kelurahan Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (22/12/2019).¬† 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Firmansyah (49), tak pernah menyangka kepulangan tujuh anggota keluarga dari kediamannya pada Sabtu (21/12/2019) sekira pukul 21.30 WIB berujung petaka.

Mobil Daihatsu Sigra berpelat B 1778 FZI yang ditumpangi ditabrak kereta api di perlintasan sebidang Jalan Bosi, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Padahal saat membesuk Firmansyah yang kini sakit dan harus dibantu tongkat untuk berjalan mereka berencana menghabiskan waktu libur.

"Mereka bilang 'Cepat sembuh, cepat sembuh biar kita jalan-jalan'. Saya jawab iya entar lah kalau udah sembuh gitu," kata Firmansyah di Matraman, Jakarta Timur, Minggu (22/12/2019).

Ajakan merayakan libur tahun baru 2020 bersama itu dilontarkan keponakannya Santi (30) yang baru menikah dengan Yanda (32) sekitar 5 bulan lalu.

Tak disangka ajakan dari pasangan suami istri yang ikut jadi korban pupus dalam hitungan jam saat dia mendapat kabar duka sekira pukul 22.00 lewat.

"Waktu di rumah saya ya mereka biasa saja bercanda, namanya keluarga. Didit (Akemidita) anak kakak saya juga main sama anak saya," ujarnya.

Gelagat tak nyaman hanya ditujukan dari ibu Santi, Martinah (57) dan ayah Akemidita, Bahrudin (51) yang berkeinginan untuk buru-buru pulang.

Firmansyah menyebut kedatangan rombongan keluarganya kemarin karena Yanda baru saja mendapat pinjaman mobil dan waktu libur yang sesuai.

"Sebulan sebelumnya kakak saya (Martinah) sama cucunya. Setelah jenguk itu baru rombongan datang lagi buat jenguk," tuturnya.

Korban yakni Martinah, Syarifudin (54), Bahrudin, Akemidita, dan Sugianto (61) dimakamkan di TPU Kemiri, sementara jenazah Yanda dan Santi dimakamkan di TPU Pondok Ranggon siang tadi. (*)

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved