7 Orang Tertabrak Kereta di Cibitung

Palang Perlintasan di Cibitung, Lokasi Kecelakaan Maut Mobil Tertabrak Kereta Kondisnya Rusak

Palang Perlintasan di Cibitung, Lokasi Kecelakaan Maut Mobil Tertabrak Kereta Kondisnya Rusak

Palang Perlintasan di Cibitung, Lokasi Kecelakaan Maut Mobil Tertabrak Kereta Kondisnya Rusak
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Perlintasan sebidang di dekat Stasiun Cibitung Kabupaten Bekasi, lokasi tujuh orang tewas tersambar kereta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIBITUNG - Palang perlintasan di Jalan Raya Bosih dekat Stasiun Cibitung, Kabupaten Bekasi, lokasi kecelakaan maut mobil tertabrak kereta hingga tujuh orang tewas kondisinya rusak.

Pantauan TribunJakarta.com, satu dari dua palang perlintasan yang ada di jalan tersebut tidak dapat berfungsi atau menutup.

Palang yang tidak berfungsi itu berada di sisi jalan sebelah selatan atau lajur dari arah Pasar Induk Cibitung menuju Wanasari.

Ketika alarm berbunyi, tanda kereta akan segera melintas, palang tidak bergerak turun ke bawah.

Alhasil, pengendara hanya dapat mengetahui larangan melintas melalui suara alarm atau aba-aba warga penjaga palang perlintasan.

Doyok (35), warga sekitar sekaligus pengemudi ojek yang biasa mangkal di dekat perlintasan sebidang mengatakan, palang sudah tidak berfungsi sekitar satu bulan lalu.

"Ya baru ada sebulan lalu gak berfungsi," kata Doyok saat dijumpai di Cibitung, Minggu, (22/12/2019).

Palang tersebut rusak akibat pengendara sepeda motor yang nekat mengangkat palang ketika posisi tertutup.

"Palang enggak beroperasinya karena dipaksa diangkat sama orang makanya itu rusak jadi gak bisa naik dan turun," jelasnya.

Meski begitu, sisi lajur jalan yang palangnya tidak berfungsi bukan titik kecelakaan maut yang terjadi pada Sabtu, (22/12/2019) malam.

Mobil Daihatsu Sigra B-1778-FZI melaju dari arah sebaliknya yakni, utara (Wanasari) ke arah selatan (Pasar Induk) Cibitung).

Tepat di persimpangan jalan sebidang mobil yang ditumpangi tujuh orang anggota keluarga itu berusaha menerobos pintu palang perlintasan kereta api yang hendak tertutup.

Pada waktu bersamaan, kerata api Argoparahyangan KA 69F yang melaju dari arah timur (Cikarang) ke arah barat (Jakarta) melintas dan menghantam mobil hingga terseret beberapa meter.

Tujuh orang yang berada di dalam mobil tewas, masing-masing dua orang wanita bernama Martinah (57) dan Santi (30), serta lima orang laki-laki, Bahrudin (51) pengemudi mobil, Sugianto (61), Akemidita (11), Syarifudin (54), dan Yanda (32).

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved