Diskominfo Depok Siapkan Payung Hukum Sikapi Panggilan Iseng di Nomor Aduan Pelayanan Masyarakat

Oleh sebab itu, Sidiq berujar pihaknya mengimbau masyarakat agar menggunakan layanan nomor aduan tersebut secara bijak.

Diskominfo Depok Siapkan Payung Hukum Sikapi Panggilan Iseng di Nomor Aduan Pelayanan Masyarakat
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kepala Diskominfo Kota Depok Sidiq Mulyono ketika dijumpai wartawan di Kantor Wali Kota Depok, Senin (23/12/3019).   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Sepanjang tahun 2019 ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok menerima 281.934 laporan atau aduan yang masuk melalui nomor darurat 112 khusus untuk pelayanan masyarakat.

Kepala Diskominfo Kota Depok Sidiq Mulyono mengatakan, dari 281.934 laporan yang masuk tersebut, 275.153 diantaranya terlayani sementara sisanya 6.781 hanya panggilan iseng atau prank call.

Sidiq membeberkan, pihaknya belum bisa menindak tegas orang yang melakukan 6.781 panggilan iseng atau prank call tersebut, lantaran belum ada dasar hukum yang mengaturnya.

Oleh sebab itu, Sidiq berujar pihaknya mengimbau masyarakat agar menggunakan layanan nomor aduan tersebut secara bijak.

“Kami belum memiliki payung hukum untuk hal ini (prank call), kalau diluar negeri ini langsung terjerat hukum. Terkait itu kami imbau, inikan layanan 112 layanan merupakan layanan darurat untuk masyarakat, maka bijaklah menggunakannya,” ujar Sidiq pada wartawan di Kantor Wali Kota Depok, Pancoran Mas, Senin (23/12/2019).

Sidiq berujar, pihaknya cukup serius mengevaluasi hal tersebut agar para pelapor bisa mempertanggung jawabkan laporannya.

“Nah ini kedepannya kami akan membuat payung hukum agar apabila ada yang melapor harus bertanggung jawab. Kalau anak-anak nanti yang bertanggung jawab orangtuanya,” ujarnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved