Natal dan Tahun Baru 2020
Gereja Pniel Punya Alkitab Cetakan Tahun 1855 Pemberian Ratu Belanda: Hanya 2 di Dunia
Sekretaris Umum Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Pniel, Josie Sirley Leatemia, menjelaskan Alkitab itu hanya ada dua di dunia.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Gereja Pniel menyimpan sejumlah artefak sejak masa Kolonial.
Salah satunya, gereja tersebut memiliki Alkitab tahun 1855 yang diberikan oleh Ratu Belanda, Sophia Frederika Mathilda.
Sekretaris Umum Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Pniel, Josie Sirley Leatemia, menjelaskan Alkitab itu hanya ada dua di dunia.
Oci, biasa dia dipanggil, mengatakan dua Alkitab itu ada di Indonesia dan Belanda.
Alkitab yang berada di Belanda disimpan di sebuah perpustakaan.
"Hanya ada dua di dunia. Kita diberikan oleh Ratu Sofia," tambahnya.
Usia Alkitab itu lanjut Oci diperkirakan berusia 200 tahun.
Judul Alkitab itu juga bertuliskan Bahasa Belanda. Al de Boeken Van Het Oede en Nieuwen Testament.
Ratu Belanda bernama Sophia Frederika Mathilda memberikan Alkitab berbahasa Belanda berukuran 39 x 39 sentimeter, tebal 17 sentimeter, cetakan tahun 1855.
Pernah Diperbaiki
Oci melanjutkan alkitab berbahasa Belanda itu pernah diperbaiki.
Pasalnya, sejumlah kertas pada buku itu telah rusak.
"Tahun 1991 Alkitab ini dikirim ke Belanda untuk diperbaiki."
"Kertasnya rusak sudah dimakan waktu. Di sana mereka sambung," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/alkitab-berusia-ratusan-tahun-pemberian-ratu-belanda-di-gereja-pniel-pada-senin-23122019.jpg)