Natal dan Tahun Baru 2020
Jelang Natal, Penjualan Pohon Cemara di Kebon Jeruk Laris Manis
Hasyim (40) penjual pohon cemara di tempat ini mengatakan, sudah menjual lebih dari 100 pohon cemara sejak berjualan pada pertengahan November lalu.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Jelang Natal, penjualan pohon cemara laris manis.
Seperti yang dirasakan penjual pohon cemara di Jalan Panjang, tepatnya di seberang SPBU Shell, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Hasyim (40) penjual pohon cemara di tempat ini mengatakan, sudah menjual lebih dari 100 pohon cemara sejak berjualan pada pertengahan November lalu.
"Lumayan ada peningkatan dibanding tahun lalu. 100 pohon mah lebih yang kejual sampai hari ini," kata Hasyim, Senin (23/12/2019).
Hasyim mengatakan, berjualan pohon cemara tiap jelang Natal sudah dilakukan keluarganya sejak sekira 30 tahun silam.
Di tempat ini, memang hanya keluarga Hasyim yang berjualan pohon cemara.
Kendati tak ada nama toko, ia menyebut pelanggannya sudah cukup banyak.
Tak hanya dari Jakarta namun juga dari wilayah lain seperti Tangerang, Depok, Bekasi hingga Bogor.
"Disini emang sudah dari dulu orang juga udah pada tahu," kata Hasyim.
Pantauan TribunJakarta.com, deretan pohon cemara itu tampak berjejer di atas trotoar dengan ketinggian berbeda mulai dari 1-4meter.
Hasyim mengatakan, harga pohon cemara yang dijual di tempatnya bervariasi mulai dari Rp 700 ribu untuk ukuran satu meter hingga Rp 6 juta untuk ukuran setinggi empat meter.
"Tapi kalau yang paling laris yang harga Rp 2,5 jutaan untuk ketinggia 3 meteran. Harga segitu sudah termasuk ongkir," katanya.
Hasyim menyebut yang membuat harga pohon cemara ini cukup tinggi lantaran waktu pemeliharaannya yang cukup lama.
Selain itu, pohon cemara tersebut harus disiram minimal empat kali dalam sehari agar terlihat segar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pedagang-pohon-cemara.jpg)