Kasus Sopir Lamborghini Melebar

Simpan Hewan Langka, Sopir Lamborghini Todong Pistol ke Pelajar Terancam Pasal Berlapis

Ia tidak hanya dijerat Pasal 335 dan 336 tentang perbuatan tidak menyenangkan dan pengancaman.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
AM, tersangka penodongan pistol ke pelajar, di rumahnya di kawasan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2019). 

Kasus penodongan pistol ke pelajar oleh tersangka AM berbuntut panjang.

Kali ini, pria berusia 44 tahun itu terjerat kasus menyimpan satwa yang dilindungi.

Hal itu diketahui setelah jajaran Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menggeledah rumah AM di Jalan Jambu, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Kamis (26/12/2019).

Hewan-hewan langka di rumah tersangla AM yang sudah diawetkan, Kamis (26/12/2019).
Hewan-hewan langka di rumah tersangla AM yang sudah diawetkan, Kamis (26/12/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Hasilnya, ditemukan Harimau Sumatera, Burung Cenderawasih, dan dua kepala Rusa Bawean.

Seluruh hewan tersebut ditemukan dalam kondisi mati dan sudah diawetkan.

"Saat ini kami sudah mengamankan empat hewan langka yang dikeraskan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama setelah penggeledahan rumah tersangka.

Kepada polisi, AM yang merupakan pengusaha properti mengaku hewan-hewan tersebut bukan hasil berburu.

"Keterangan sementara dari pelaku, hanya koleksi saja. Bukan hasil buruan," tutur Bastoni.

Selanjutnya, ujar dia, pihak kepolisian akan mendalami temuan terbaru ini.

"Kami akan periksa saksi-saksi lainnya apakah ada hal-hal lain yang terkait dengan pelaku," ucapnya.

Sebelumnya, polisi juga mengungkap fakta baru dari AM.

Mobil Lamborghini yang dikemudikan AM saat menodong pistol ke pelajar tak terdaftar atas nama dirinya.

Hewan-hewan langka di rumah tersangla AM yang sudah diawetkan, Kamis (26/12/2019).
Hewan-hewan langka di rumah tersangla AM yang sudah diawetkan, Kamis (26/12/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, mobil itu terdaftar atas nama seorang pekerja serabutan berinisial AR.

Semua bermula saat AR hendak meminjam uang sebesar Rp 700 ribu kepada rekannya bernama Yopi pada 2013.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved