Sisi Lain Metropolitan

Mengenal Sosok Michael Khafidz, Pendiri Perpustakaan dan Rumah Belajar Forum Aksara

Michael Khafidz (34) merupakan sarjana Ilmu Tafsir Al-Quran Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Michael Khafidz pendiri Perpustakaan dan Rumah Belajar Forum Aksara Bojong Menteng, Kota Bekasi. 

"Saya dakwa pertama bukan ke masjid, tapi main kartu, main gaple, main ceki, main capsa, maim biliar," ujarnya.

Dari ikut bergaul itu, Michael secara perlahan mulai dekat dengan anak-anak muda warga Bojong Menteng.

Ia kemudian berusaha menggerakkan anak-anak muda tersebut melakukan kegiatan-kegiatan positif. Melalui diskusi dan pendekatan, akhirnya ia mampu menggerakkan kegiatan pawai obor menyambut tahun baru islam pada saat itu.

"Kita bikin acara pawai obor yang ikut ribuan warga, semua gabung se kampung Bojong Menteng," imbuhnya.

Tidak sampai di situ, Michael tahu anak-anak muda butuh suatu pemantik lain yang dapat menarik perhatian mereka untuk ikut begerak.

Sambil diselingi kumpul-kumpul pengajian rutin di rumahnya, Michael lalu membentuk tim kecil untuk membuat acara konser musik.

"Saya pengen warga Bojong Menteng rempug lagi, kumpul semua, akhirnya saya bikin konser musik yang disponsorin majelis taklim," ungkapnya sambil tertawa.

Alasan membuat konser musik itu sederhana, ia ingin menarik simpati anak-anak muda agar berkumpul dan menyatu.

"Kalau enggak pakai cara itu (konser musik) pakai cara apa lagi," jelas dia.

Dari kesuksesannya mengumpulkan anak-anak muda itu, ia lantas mulai menyelipkan nilai-nilai dakwa. Nilai-nilai yang menggerakkan anak-anak muda melakukan kegiatan-kegiatan positif.

Sebagai 'Ustad Kampung', Michael dikenal anak-anak muda sana sebagai guru. Sapaan itu yang kemudian menjadi panggilan kehormatan warga untuknya.

Puncaknya ketika di tahun 2014, anak-anak muda di bawah bimbingannya berencana membuat sebuah kegiatan bakti sosial bagi-bagi buku ke warga.

Buku ini rencananya didapat dari sumbangan untuk selanjutnya akan dibagikan ke anak-anak usia sekolah dan warga kampung Bojong Menteng.

"Kata saya oke saya bantu tapi saya punya satu syarat, buku yang sudah terkumpul jangan sampai jadi bungkus tempe, orang kampung mau dipake apa, ini harus terbaca," ungkap Michael.

Ia lalu memutar otak dan tercetuslah rencana membuat perpustakaan untuk warga. Bertempat di bantaran Kali Bekasi, tempat yang semula hanya sekedar lokasi nongkrong anak-anak muda pecinta alam disulap menjadi perpustakaan mini.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved