Banjir di Bekasi

Bayi Berusia Dua Hari Terjebak Banjir 5 Meter di Perumahan PGP Bekasi, Begini Proses Evakuasinya

Air merendam seluruh bangunan rumah hingga menyisahkan atap bangunan setinggi dua lantai.

Tayang:
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Evakuasi bayi berusia dua hari terjebak banjir di Perumahan PGP Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIASIH - Banjir kiriman melanda sejumlah pemukiman warga di wilayah Kota Bekasi.

Seperti yang terjadi di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Rabu, (1/1/2020).

Banjir di perumahan tersebut kurang lebih mencapai lima meter.

Air merendam seluruh bangunan rumah hingga menyisahkan atap bangunan setinggi dua lantai.

Proses evakuasi warga berlangsung sulit, perahu karet bermotor yang diadalkan petugas gabungan jumlahnya hanya sedikit, tidak sebanding dengan jumlah warga yang masih terjebak di atap rumah.

Diah, korban banjir di Perumahan PGP Bekasi, menceritakan, dia dan bayinya berusia dua hari sempat terjebak banjir selama kurang lebih 14 jam.

"Banjir mulai masuk pagi sekitar jam 3 subuh," kata Diah saat dijumpai TribunJakarta.com.

Kebanyakan warga yang terjebak awalnya tidak mengira banjir akan datang begitu cepat. Mereka memilih tetap bertahan saat air mulai masuk ke dalam rumah dan berlindung di bangunan lantai dua.

Namun, banjir justru datang lebih ganas, air luapan dari Kali Bekasi terus memenuhi pemukiman warga hingga setinggi kurang lebih 5 meter.

"Saya ditelfon sama bos saya kalau saya mau dievakuasi sama tim, anak saya baru berusia dua hari," jelasnya.

Sementara itu, warga lain yang berhasil dievakuasi adalah Erna, dia mengaku bersama tiga orang anaknya bertahan dengan berlindung di atas atap lantai dua bangunan rumah.

Banjir di Perumahan PGP Bekasi
Banjir di Perumahan PGP Bekasi (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Udah enggak bisa kemana-mana, di lantai dua itu udah kejebak 90 sentimeter airnya," ujarnya.

Dia mengaku sempat mengira kalau air akan segera surut ketika awal mula banjir melanda. Hal ini kata dia, menyebabkan banyak warga terjebak banjir.

"Soalnya ngira air bakal surutkan, tapi lama kelamaan udah makin tinggi, cepet bangat naikknya udah enggak bisa kemana-mana kejebak," jelas dia.

Hingga pukul 19.30 WIB, proses evakuasi warga masih berlangsung. Sejumlah petugas dari beberapa instasi baik dari Polri, TNI, Basarnas, BNPB dan instasi lain datang memabwa bantuan baik berupa perahu karet dan perlengkapan medis.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved