Benyamin Davnie Sebut Penyebab Kebakaran 26 Rumah Kontrakan di Serpong Karena Korsleting

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, yang sudah meninjau langsung lokasi kebakaran.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Sisa kebakaran di Kampung Purna, Serpong, Tangsel, Minggu (5/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyebut penyebab kebakaran di Kampung Purna, Serpong, pada Minggu dini hari (5/1/2020), karena korsleting listrik.

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, yang sudah meninjau langsung lokasi kebakaran.

"Penyebabnya adalah dari korsleting listrik. Ini adalah kontrakan-kontrakan," ujar Benyamin saat dihubungi TribunJakarta.com.

Benyamin juga memastikan tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran itu.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, kerugian materi nanti dihitung sama dinas Kebakaran," ujarnya.

Sementara, untuk bantuan, Benyamin masih memperhitungkan kebutuhan korban.

Namun pantauanTribunJakarta.com di lokasi, tenda pengungsian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel sudah didirikan, dan bantuan pakaian laik pakai juga sudah berdatangan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Terbitkan Surat Edaran Terkait Penanganan Pascabanjir

Bayi Lina Diurus Orang Lain, Sule Bocorkan Kemarahan Mantan Mertua: Dia Berhak Karena Neneknya!

"Sedang didata dulu oleh lurah dan camat, nanti kita lihat apa yang bisa dibantu," jelasnya.

Terkait penyebab, jawaban Benyamin setali tiga uang dengan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel, Uci Sanusi.

"Yang terbakar rumah kontrakan bedeng-bedeng kecil semi permanen. Penyebab diduga akibat arus pendek," jelas Uci saat dikonfirmasi.

Pihaknya menerjunkan enam unit mobil pemadam untuk menjinakkan sijago merah dini hari itu.

"Pengerahan unit enam pemadam," ujarnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, sijago merah meludeskan 26 rumah kontrakan semi permanen.

Kontrakan tersebut terisi penuh, sehingga jumlah korban pun sama, sebanyak 26 Kepala Keluarga (KK).

Para korban saat ini masih mengungsi di musala dekat loakasi kebakaran.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved