Gedung 4 Lantai Ambruk

Material Gedung Ambruk Kembali Berjatuhan Saat Hujan Deras, Warga Sekitar Panik dan Mengungsi

Puluhan warga Jalan Tali RT 06 dan RT 04 RW 09 Kelurahan Kota Bambu Selatan yang lokasinya berada tepat di belakang gedung ambruk harus mengungsi.

Material Gedung Ambruk Kembali Berjatuhan Saat Hujan Deras, Warga Sekitar Panik dan Mengungsi
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Warga sekitar gedung ambruk memilih mengungsi lantaran takut tempat tinggalnya tertimpa reruntuhan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Puluhan warga Jalan Tali RT 06 dan RT 04 RW 09 Kelurahan Kota Bambu Selatan yang lokasinya berada tepat di belakang gedung ambruk harus mengungsi dari tempat tinggalnya.

Sebab, mereka khawatir sisa bangunan yang belum diratakan seluruhnya akan menimpa tempat tinggal mereka.

Batu-batu dari reruntuhan puing gedung terlihat berceceran di beberapa rumah warga yang lokasinya berada di belakang dan samping gedung ambruk.

Warga sekitar gedung ambruk memilih mengungsi lantaran takut tempat tinggalnya tertimpa reruntuhan.
Warga sekitar gedung ambruk memilih mengungsi lantaran takut tempat tinggalnya tertimpa reruntuhan. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Selain itu, reruntuhan juga memenuhi Jalan Tali yang sampai saat ini masih ditutup dengan garis polisi.

"Dari kemarin sudah ngungsi karena kita takut nanti ada roboh lagi. Tapi sekarang lagi ambilin barang-barang yang diperluin karena kita masih takut soalnya belum semuanya diratakan," kata Suratman, warga Jalan Tali RT 04 RW 09 Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (7/1/2020).

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi Pukul 14.00 WIB, justru semakin banyak warga yang mengungsi lantaran saat diguyur hujan, sisa bangunan sempat kembali ambruk dan mengagetkan warga.

Mereka langsung pada berlarian dari tempat tinggalnya lantaran bunyi material yang jatuh cukup kencang.

Bahkan, warga yang tempat tinggalnya berjarak sekira 50 meter dari lokasi, yang sebelumnya merasa aman kini juga ikut panik dan mengungsi.

Mereka memindahkan sepeda motor dan barang-barangnya ke rumah kerabat atau tetangganya yang lokasinya cukup jauh dari gedung ambruk.

"Mundur-mundur agak jauhan lagi, warga mending ngungsi aja, soalnya masih rawan ini lagi hujan," imbau Lurah Kota Bambu Selatan, Muhadi yang sedang berada di Jalan Tali untuk melakukan mediasi dengan warga yang protes terkait evakuasi gedung ambruk ini.

Diketahui, kondisi di lokasi gedung ambruk saat ini sedang turun hujan sehingga membuat material bangunan mulai berjatuhan.

Sementara itu, Ketua RT 06 RW 09, Hermansyah menyebut ada lebih dari 50 warganya yang harus mengungsi lantaran tempat tinggalnya berdekatan dengan gedung ambruk.

Selain rumah, ada pula cafe, indekost hingga kantor yang terdampak dari gedung ambruk.

"Kami meminta agar proses evakuasi ini sampai tuntas jangan cuma setengah-setenngah karena ini menyangkut keselamatan warga jangan sampai nunggu roboh lagi, intinya kami mau diratakan secepatnya," kata Hermansyah.

Puslabfor Perkirakan Pelapukan Bangunan di Gedung Ambruk Sudah Bertahun-Tahun

Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik (Balmetfor) Puslabfor Polri, Kombes Pol Ulung Kanjaya memperkirakan proses korosi atau pelapukan bangunan akibat perkaratan besi rangka di gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat sudah berlangsung lama.

"Sudah cukup lama karena lihat dari bentuk korosinya sampai separuh baja itu sudah kemakan," kata Ulung kepada wartawan di lokasi gedng ambruk, Selasa (7/1/2020).

"Bisa diatas tiga tahun," tambahnya saat ditanya perkiraan waktu terjadinya korosi di gedung tersebut.

Lantaran terjadinya korusi atau perkaratan besi diperkirakan sudah terjadi lama, Ulung mengatakan besi rangka di bangunan tersebut sudah alami deformasi atau berubah bentuk.

"Ada dari kita menemukan di sambungan daripada besi bajanya itu telah alami korosi yang hampir separuhnya. Itu mengakibatkan deformasi karena beban yang besar dia deformasi melengkung sehingga dalam keadaan tidak kuat, maksimum dia runtuh di sebelah ujung," paparnya.

Selain itu, kata Ulung, curah hujan yang tinggi di awal tahun ini semakin membuat bangunan lapuk dan tak kuat menampung beban.

"Ditambah dengan curah hujan, yang mungkin air itu akan (karena) strukturnya tidak baik dalam hal airnya sehingga ada air yang terjebak. Itu menambah beban dari struktur," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, bangunan empat lantai yang disewa Alfamart di Jalan Brigjen Katamso, lokasinya tak jauh dari turunan Flyover Slipi arah Tanah Abang ambruk sekira Pukul 09.20 WIB.

Reruntuhan bangunan ini menimpa beberapa motor dan sebuah mobil boks yang terparkir di halaman minimarket tersebut.

Akibat insiden ini ada tiga korban yang alami luka-luka.

Pemilik gedung sudah diperiksa polisi

Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat tengah memeriksa BB (59) selaku pemilik gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat.

"Yang bersangkutan langsung ke Polres Jakbar," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/1/2020).

BB seharusnya diperiksa pada Senin (6/1/2020) kemarin.

Namun, lantaran kemarin BB sedang berada di Batam maka pemeriksaan baru bisa dilakukan hari ini.

Asrya mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui perizinan dan perawatan gedung empat lantai tersebut.

"Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan oleh pihak Polres termasuk perijinan yang dimiliki," kata Arsya.

Sebelumnya, pada Senin kemarin, polisi telah memeriksa lima karyawan Alfamart sebagai saksi dalam insiden ambruknya gedung yang lokasinya tak jauh dari turunan Flyover Slipi arah Tanah Abang.

Adapun bangunan empat lantai yang disewa Alfamart ambruk pada Senin kemarin sekira Pukul 09.20 WIB dan melukai tiga orang.

Sampai saat ini, proses perataan bangunan tersebut agar tak kembali ambruk masih terus dilakukan.

2 jam evakuasi, lantai 4 berhasil dirobohkan

Proses perobohan gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat mulai dikerjakan sekira Pukul 18.15 WIB.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi Pukul 18.35 WIB, menaiki alat berat tipe bronto skylift milik Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, petugas mulai memotong besi rangka di bagian atas gedung.

Percikan api sesekali terlihat saat petugas mengelas untuk mematahkan besi-besi yang menjadi rangka bangunan. Beberapa puing-puing juga mulai berjatuhan.

Jarak aman di lokasi pun telah dijauhkan untuk menghindari terkena reruntuhan.

Proses perobohan ini menjadi tontonan warga sekitar dan pengendara yang melintas di lokasi.

Selain bronto skylift milik Sudin Gulkarmat yang sedang dikerahkan, dua ekskavator milik Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta juga sudah berada di lokasi.

Diberitakan sebelumnya, bangunan empat lantai yang disewa Alfamart di Jalan Brigjen Katamso, lokasinya tak jauh dari turunan Flyover Slipi arah Tanah Abang ambruk sekira Pukul 09.20 WIB.

Reruntuhan bangunan ini menimpa beberapa motor dan sebuah mobil boks yang terparkir di halaman minimarket tersebut.

Selain itu, sisa bangunan juga menimpa jalan yang ada di sebelahnya.

Akibat insiden ini, ada tiga korban yang sudah diketahui identitasnya dilarikan ke RS Tarakan.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti ambruknya gedung tersebut yang diduga karena kondisi bangunan memang sudah lapuk dan tak memiliki saluran pembuangan di lantai atas.

Ekskavator dikerahkan untuk meratakan sisa bangunan di lantai 4 gedung ambruk yang telah dirobohkan.
Ekskavator dikerahkan untuk meratakan sisa bangunan di lantai 4 gedung ambruk yang telah dirobohkan. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Dua jam evakuasi, satu lantai dirobohkan

Dua jam proses evakuasi, baru satu lantai yakni di lantai 4 di gedung ambruk Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat yang berhasil dirobohkan.

Pantauan TribunJakarta.com Pukul 21.00, petugas masih berusaha merobohkan gedung tersebut dengan menaiki alat berat tipe bronto skylift milik Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.

Sisa bangunan dari lantai 4 itu pun masih menggantung di lantai 3 dan belum diratakan menggunakan ekskavator.

Proses evakuasi ini menjadi tontonan warga sekitar dan pengendara yang melintas di Jalan Brigjen Katamso.

Saat ini petugas masih berusaha memotong besi rangka yang ada di bangunan tersebut menggunakan mesin las untuk memudahkan proses evakuasi.

Diberitakan sebelumnya, proses perobohan gedung yang digunakan sebagai minimarket Alfamart ini dimulai Pukul 18.15 WIB.

Selain, bronto skylift milik Dinas Gulkarmat, dua ekskavator milik Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta juga sudah berada di lokasi untuk nantinya meratakan bangunan tersebut.

Petugas mengelas besi rangka bangunan empat lantai yang ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat.
Petugas mengelas besi rangka bangunan empat lantai yang ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Lantai 4 berhasil dirobohkan

Setelah lantai 4 berhasil dirobohkan, ekskavator dikerahkan untuk meratakan sisa bangunan di gedung ambruk Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat.

Pantauan TribunJakarta.com Pukul 21.30 WIB, ekskavator berwarna biru milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta masih berusaha untuk menjatuhkan sisa bangunan tersebut ke bawah.

Beberapa puing bangunan berjatuhan ke halaman minimarket serta jalan permukiman yang berada di sebelahnya.

Sementara itu, proses evakuasi ini masih menjadi tontonan warga sekitar dan pengendara yang melintas di Jalan Brigjen Katamso.

Mereka merekam peristiwa tersebut menggunakan ponselnya hingga membuat arus lalu lintas di lokasi menjadi tersendat.

Sebelumnya, sekira Pukul 21.00, petugas dengan menaiki alat berat tipe bronto skylift milik Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta berhasil merobohkan lantai paling atas gedung tersebut setelah memotong besi rangka selama dua jam.

Belum dapat dipastikan sampai kapan proses perobohan bangunan ini akan selesai dilakukan.

Kondisi terkini di Gedung Ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020).
Kondisi terkini di Gedung Ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

Kronologi kejadian

Gedung bertingkat di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat roboh pagi ini.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, lantai atas gedung roboh menimpa minimarket Alfamart dan beberapa motor di halaman serta ke gang di sebelahnya.

Belum diketahui ada tidaknya korban yang tertimpa di dalam bangunan tersebut.

Proses evakuasi masih terus, namun petugas masih mempertimbangkan kekuatan sisa bangunan tersebut.

Dikutip dari siarang langsung Kompas TV, informasi masih ada korban yang terjebak di dalam ruko.

Terdapat satu orang yang telah dievakuasi menggunakan tandu.

Bangunan Empat Lantai ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020).
Bangunan Empat Lantai ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

Gedung disebut sudah bermasalah

Sebelum ambruk pagi ini, gedung ambruk yang memiliki empat lantai di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat disebut memang sudah bermasalah.

Rudi (24), karyawan warung Padang di seberang lokasi kejadian mengatakan, sekitar setahun lalu, kaca di lantai 3 dan 4 gedung tersebut pada lepas saat hujan deras.

"Kejadiannya udah sekitar tahun lalu. Waktu itu kejadiannya siang sekitar jam 2 pas lagi hujan deras kacanya pada copot dan pecah," kata Rudi, Senin (6/1/2020).

Beruntung, Rudi menuturkan, saat itu tak ada korban yang tertimpa reruntuhan kaca lantaran sedang dalam kondisi hujan deras.

"Setelahnya langsung dibenerin sama tukang dan memang enggak sampai ramai karena enggak ada korban," kata Rudi.

Saat peristiwa pagi tadi, Rudi menyebut ambruknya gedung tersebut menimbulan suara gemuruh yang cukup kencang.

Ia yang saat kejadian sedang membersihkan warung menyebut ambruknya gedung berlangsung singkat.

"Suaranya kencang kaya gemuruh. Pas saya lihat ke seberang itu sudah ambruk."

"Tapi saya enggak sampai nyebrang kesana karena takut ada ambruk susulan," ucapnya.

 Usai Lantai 4 Berhasil Dirobohkan, Ekskavator Dikerahkan untuk Ratakan Puing Bangunan

 Pasca-Banjir Awal Tahun, Warga Pesona Serpong Ingin Direlokasi

 Kisah Brotoseno, Relawan Asal Solo: Pernah Dampingi Ibu Lahiran di Mobil dan Bayi Hilang Saat Gempa

 Dua Jam Evakuasi, Baru Satu Lantai di Gedung Ambruk Berhasil Dirobohkan

 Rawan Banjir, Renovasi Puskesmas Bidara Cina III Sudah Diajukan Sejak 10 Tahun Lalu

Diberitakan sebelumnya, bangunan empat lantai yang disewa Alfamart ambruk sekira Pukul 09.20 WIB.

Reruntuhan bangunan ini menimpa beberapa motor dan sebuah mobil boks yang terparkir di depannya.

Selain itu, sisa bangunan juga menimpa jalan yang ada di sebelahnya.

Akibat insiden ini, ada tiga korban yang sudah diketahui identitasnya dilarikan ke RS Tarakan

Menurut salah satu karyawan, Ari (22) kondisi bangunan, utamanya saluran air dari lantai 4 sudah sering mampet dan menimbulkan genangan.

"Sebelumnya emang sudah sering bocor, tapi di lantai atasnya aja, enggak sampai ke ruko," kata Ari.

Ari mengatakan, kondisi bangunan semakin parah saat hujan deras di awal tahun ini.

Dikatakannya, lantai 4 bangunan tersebut yang memang tidak digunakan ada genangan hingga hampir semata kaki lantaran tersumbatnya saluran air.

"Tampungan airnya ini emang kurang bangus, sudah ada genangan diatas pas bajir itu sekitar hampir semata kaki."

"Makanya pas tadi runtuh banyak air yang turun dari atas," kata Ari. (TribunJakarta.com)

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved