Remaja Tewas Dikeroyok

Polisi Ungkap Peran 4 Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Pelajar di Mampang

Empat pelaku yang telah diamankan adalah RNG (17), RA (14), MRH (17), dan FFR (18). Mereka juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi Ungkap Peran 4 Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Pelajar di Mampang
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Para tersangka pengeroyokan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Selasa (7/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan meringkus empat pelaku pengeroyokan terhadap pelajar bernama Muhammad Tabah Caesar Suganda.

Remaja 15 tahun itu pun harus meregang nyawa setelah terkena luka bacok di sejumlah anggota tubuhnya, seperti punggung, kaki kiri, dan di bawah ketiak.

Empat pelaku yang telah diamankan adalah RNG (17), RA (14), MRH (17), dan FFR (18). Mereka juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Metro AKBP Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, keempatnya memiliki peran masing-masing.

Tersangka RNG, jelas Andi, berperan membawa arit buatan atau corbek. Ia lalu membacok korban di bagian kaki kiri.

"Yang kedua RA, ini juga masih di bawah umur ya. Dia membawa celurit dan membacok korban pada bagian punggung sebelah kiri," ujar Andi di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Selasa (7/1/2020).

Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Musnahkan 500 Butir Cerutu Senilai Ratusan Juta Rupiah

Bos Borneo FC Ungkap Keunggulan Mantan Pelatih Persija Jakarta yang Tak Dimiliki Pelatih Lain

Berikutnya adalah FFR, satu-satunya tersangka yang masuk dalam kategori dewasa.

Andi menjelaskan, FFR membawa stik golf dan memukul lutut kanan korban sebanyak satu kali.

"Terakhir MRH membawa arit buatan dan membacok pada bagian bawah ketiak kiri sehingga korban mengalami pendarahan cukup serius dan meninggal dunia," kata dia.

Keempatnya dijerat Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia. Mereka terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

"Untuk tiga tersangka yang masih di bawah umur, sudah diperiksa dengan didampingi Bapas (Balai Pemasyarakatan). Nanti akan diterapkan Undang-Undang peradilan anak," ucap Andi.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved