Pencuri Modus Pecah Kaca di Cilincing Gasak Tas Berisi Rp 20 Juta dari Mobil Korban

Imam Wijaya, pencuri dengan modus pecah kaca mobil di Cilincing, menggasak tas ransel berisi barang berharga milik korban

Pencuri Modus Pecah Kaca di Cilincing Gasak Tas Berisi Rp 20 Juta dari Mobil Korban
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers di Mapolsek Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (9/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Imam Wijaya, pencuri dengan modus pecah kaca mobil di Cilincing, menggasak tas ransel berisi barang berharga milik korban.

Di dalam tas ransel itu, terdapat dokumen, barang berharga, serta uang tunai Rp 20 juta. Jika ditotal, kerugian yang dialami korban mencapai Rp 50 juta.

"Di dalam tas ini ada uangnya senilai uang tunai 20 juta berikut juga STNK, BPKB, kunci kontak mobil, juga handphone dua buah," kata Kapolsek Cilincing Kompol Imam Tulus Budiono di kantornya, Kamis (9/1/2020).

Kompol Imam menuturkan, pada saat kejadian, tas tersebut berada di kursi depan mobil korban.

Tersangka berhasil menggasak tas tersebut dengan memecahkan kaca menggunakan obeng yang ia bawa.

"Jadi dia menggunakan ini, ada obeng barang buktinya. Jadi obeng ini lah yang digunakan untuk memecahkan kaca mobil," jelas Imam.

Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil di Cilincing Terekam CCTV, Begini Kronologinya

Antisipasi Banjir Susulan, SDA Jakarta Barat Data Tanggul Bolong di Sejumlah Kali

Aksi pencurian itu dilakukan tersangka seorang diri pada Sabtu (28/12/2019). Setelah kejadian, korban melapor ke Polsek Cilincing dengan membawa rekaman CCTV dari lokasi.

Berbekal rekaman CCTV, polisi lalu menangkap tersangka pada Selasa (7/1/2020) lalu.

Saat penangkapan, polisi menemukan sejumlah barang bukti dari kediaman tersangka di wilayah Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Hasil interogasi, ternyata tersangka melakukan aksinya dengan menggunakan obeng untuk memecahkan kaca mobil korban.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved