Polisi Sebut Debt Collector yang Rampas Motor Ojol di Serpong Bisa Dipenjara 9 Tahun

Kapolsek Serpong, Kompol Stephanus Luckyto menerima laporan warga yang sepeda motornya dirampas debt collector di Serpong Utara Tangerang Selatan.

Polisi Sebut Debt Collector yang Rampas Motor Ojol di Serpong Bisa Dipenjara 9 Tahun
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Ilustrasi Debt Collector ribut dengan nasabah di jalan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Kapolsek Serpong, Kompol Stephanus Luckyto, mengatakan, pihanya sudah menerima laporan tentang perampasan motor yang dialami Chris William Samosir (21), pengemudi ojek online (ojol) di Pondok Jagung, Serpong Utara, pada Selasa (7/1/2020).

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Chris yang saat itu baru saja menurunkan penumpang, langsung dicegat 10 orang yang mengaku debt collector atau petugas leasing.

Mereka merampas motor dan meminta paksa STNK dari Chris dengan alasan menunggak selama dua bulan.

Bahkan Chris mengaku ditendang agar menjauh dari motornya.

Chris menang mengakui ia menunggak pembayaran, namun saat dikonfirmasi ke kantor leasing tempatnya mengkredit motor, tidak ada tindakan penarikan.

Surat tugas penarikan yang diberikan 10 orang itu pun disebut palsu.

"Laporan sudah diterima, pelaku sedang dalam proses lidik," ujar Luckyto melalui aplikasi pesan singkat, Kamis (9/1/2020).

"Perkembangan akan diinfokan kembali," sambungnya.

Luckyto juga menekankan bahwa aksi perampasan motor mengatasnamakan penagih hutang atau debt collector tidak dibenarkan.

"Tindakan yang oknum debt collector atau mata elang jelas-jelas telah melanggar hukum yang berlaku, karena ada upaya atau percobaan dengan kekerasan yang mereka lakukan untuk kepentingan atau keuntungan mereka sendiri," paparnya.

Melihat laporan pengemudi ojol tersebut, Luckyto mengatakan, pelaku perampasan motor berpotensi dijerat pasal 368 KUHPidana dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

"Atas tindakan mereka patut diduga telah memenuhi unsur pasal 368 KUHP tentang pengancaman atau pemerasan dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara," jelasnya. (*)

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved