Soal PT Moda Transportasi Integrasi Jabodetabek, Dirut MRT Jakarta: 51 Persen Kam, 49 Persen KAI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta, dan PT KAI mendirikan PT Moda Transportasi Integrasi Jabodetabek.

Soal PT Moda Transportasi Integrasi Jabodetabek, Dirut MRT Jakarta: 51 Persen Kam, 49 Persen KAI
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Kereta Mass Rapid Transit (MRT) saat diujicoba melintasi rel di Kawasan Depo MRT, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta, dan PT KAI mendirikan PT Moda Transportasi Integrasi Jabodetabek.

Hal ini dilakukan guna sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo perihal pengelolaan sistem moda transportasi yang terintegrasi.

Menurut Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar, menyebut pembagian antara pihak MRT dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Ini pembagian sahamnya 51 persen untuk MRT Jakarta sebagai representasi dari Pemprov DKI dan 49 persen sahamnya dimiliki oleh PT KAI," ujar William, saat diwawancarai Wartawan, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Lebih lanjut, dia menjelaskan proyek pembangunan yang akan disegerakan yakni mengintegrasikan empat stasiun.

Di antaranya stasiun Tanah Abang, Sudirman, Senen, dan Juanda.

"Dalam waktu enam bulan ini, kami akan melakukan tiga studi pengelolaan terintegrasi, TOD (transit oriented development), dan pengembangan jaringan," jelas William.

Kemudian, pada akhir 2020 ini PT Moda Transportasi Integrasi Jabodetabek mulai melakukan pekerjaan menyoal pengintegrasian tiap stasiun tersebut.

"Kira-kira itu yang akan kami lakukan pada akhir 2020," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved