Disarankan Cerai, Zuraida Hanum Singgung Kehamilan Anak Kedua Hakim Jamaluddin dan Minta Ini
Sebelum kelak menanggung malu sebagai janda yang dicerai suami di pengadilan, Zuraida Hanum lebih memilih jalan ekstrem.
TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN - Sebelum kelak menanggung malu sebagai janda yang dicerai suami di pengadilan, Zuraida Hanum lebih memilih jalan ekstrem.
Baginya, tak apalah menjadi janda asal suaminya, Jamaluddin, hakim sekaligus humas di Pengadilan Negeri Medan, itu tewas lebih dulu.
Keinginan Zuraida Hanum sudah bulat, meski M Jefri Pratama menasihatinya, bahwa keputusan menghabisi Jamaluddin tidak tepat.
"Lebih bagus dimatikan saja. Kalau enggak dia yang mati, saya yang mati," ucap Zuraida Hanum.
Zuraida Hanum berdalih, suaminya itu sudah berselingkuh di belakangnya.
Ia bertemu Jefri akhir tahun 2018, kebetulan anak mereka masing-masing saut sekolah.
Saking seringnya mengeluarkan uneg-uneg tentang rumah tangganya, bibit-bibit cinta Zuraida dan Jefri mengkristal.
"Saya enggak tahan suami saya selingkuh saja. Bahkan, saya hamil kedua ia seperti tak peduli," begitu ucapan Zuraida Hanum.
Sepenggal cerita rumah tangganya dengan Jamaluddin, Zuraida Hanum beberkan kepada Jefri di lantai dua sebuah kafe di Kota Medan, 25 November 2019.
Ucapan itu dipraktikkan lagi oleh Zuraida di depan Jefri saat polisi meminta keterangan mereka dalam reka ulang di Warunk Everyday, Jalan Gagak Hitam, Kota Medan, Senin (13/1/2020).
Reka ulang hari ini masih sebatas perencanaan pembunuhan hakim Jamaluddin, belum terkait eksekusinya.
Dirkrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian membenarkan Zuraida ingin suaminya mati atau dirinya yang mati seperti dilansir Tribun Medan dalam artikel: Saya Gak Tahan Suami Selingkuh.
Keinginan Zuraida Hanum sudah terpenuhi menjadi janda yang ditinggal meninggal suami.
Jamaluddin tewas kehabisan nafas setelah dibekap Jefri menggunakan cover bed, dibantu M Reza Pahlevi.
Zuraida turut membantu keduanya saat menghabisi Jamaluddin yang saat itu tertidur di dalam kamar rumahnya pada Jumat (29/11/2019) dini hari WIB.