Konflik Natuna, Eks Anggota Tim Mawar Nilai China Sedang Rendahkan Indonesia dan Alihkan Perhatian

Konflik di perairan Natuna, Kepulauan Riau wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) belum membuat China mengerahkan satu pun kapal perang mereka.

Konflik Natuna, Eks Anggota Tim Mawar Nilai China Sedang Rendahkan Indonesia dan Alihkan Perhatian
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TN
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono, S.E., M.M. memimpin apel gelar pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di Paslabuh, Selat Lampa, Ranai, Natuna, Jumat (3/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Konflik di perairan Natuna, Kepulauan Riau wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) belum membuat China mengerahkan satu pun kapal perang mereka.

Beda dengan Indonesia yang sudah mengerahkan sejumlah kapal perang dan pesawat tempur untuk memantau aktivitas kapal nelayan China.

Pengamat intelejen sekaligus eks anggota Kopassus, Fauka Noor Farid mengatakan langkah tersebut menunujukkan China hendak pamer kekuatan.

"Dia ingin memamerkan kekuatannya. Kan baru-baru ini China berhasil membuat kapal induk yang terbaru (Kapal Perang Shandong)," kata Fauka di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (14/1/2020).

Mengingat masih banyaknya kapal nelayan China setelah Presiden Joko Widodo meninjau perairan Natuna beberapa waktu lalu.

Pasalnya kapal-kapal nelayan China hanya didampingi coast guard, bukan kapal perang sebagaimana yang dilakukan pemerintah Indonesia.

"Bisa saja ini test case (uji coba), tapi tes case-nya China justru merendahkan kita. Kenapa? Karena yang dikirim hanya kapal nelayan dan coast guard," ujarnya.

Meski menilai negara dengan kekuatan militer ke-3 di dunia itu menyombongkan diri, Fauka menyebut pemerintah perlu menambah kekuatan militer.

Dia menilai China diduga sengaja membuat kekuatan militer Indonesia terfokus sepenuhnya di Natuna dan melemahkan wilayah lain.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved