Jalan Amblas di Daan Mogot Tangerang Sudah Bisa Dilalui Kendaraan Secara Normal

Lubang yang amblas itu untuk sementara masih ditutupi menggunakan dua lapis bahan baja tebal yang diklaim mampu menahan bobot kendaraan hingga 100 ton

Jalan Amblas di Daan Mogot Tangerang Sudah Bisa Dilalui Kendaraan Secara Normal
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Jalan Daan Mogot KM22 Kota Tangerang yang sudah bisa dilalui secara normal pada sebelumnya amblas sedalam 2,5 meter selebar 3 meter, Kamis (16/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Jalan Daan Mogot KM22 di Kota Tangerang yang ambles sedalam 2,5 meter akhirnya sudah bisa dilalui secara normal siang ini, Kamis (16/1/2020).

Pengerjaan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR tersebut memakan waktu hampir satu pekan lamanya itu akhirnya bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Lubang yang amblas itu untuk sementara masih ditutupi menggunakan dua lapis bahan baja tebal yang diklaim mampu menahan bobot kendaraan hingga 100 ton.

"Sudah bisa dilalui kendaraan sampai 100 ton," kata Pejabat Pembuat Komitmen Kementrian PUPR Euis Rahayu di lokasi jalan amblas, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, PUPR belum mengaspal jalan tersebut karena masih dalam tahap uji coba kelaikan dan uji coba konstruksi tanah tersebut.

Baik dari arah Jakarta menuju Kota Tangerang atau pun dari arah sebaliknya.

"Tapi untuk pengaspalan paling hari Sabtu atau Minggu untuk melihat penurunan (tanah) sampai mana dan kekuatannya juga kita lihat dulu," jelas Euis.

Kritik Rencana Pemprov DKI Beli Speaker Rp 4 Miliar, Gembong PDIP: Sekalian Saja Pakai Kentungan

Untuk pengaspalan, lanjut Euis, tidak akan memakan waktu lama hanya sekira satu sampai dua jam untuk menunggu aspal kering.

"Pengaspalan enggak lama paling 1 malam cukup, kalau sore paling beberala jam aja saja kira-kira dua jam," tuturnya.

Sementara, Kanit Turjawali Satlantas Polres Metro Tangerang Kota AKP Bari mengatakan untuk rekayasa lalu lintas saat pengaspalan nanti pihaknya tetap menggunakan cara sebelumnya.

Yakni pengalihan jalur ke beberapa jalan lain atau menggunakan sistem buka tutup seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

"Kemungkinan untuk perubahan rute itu tidak begitu signifikan karena ini kan nanti dibagi dua. Kalau memang ada buka tutup, minimal 30 menit sebelumya kita atur dengan anggota di lapangan," ucap Bari.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved