Polda Metro Jaya Tangani Kasus Ajakan Demo Bernada Provokatif Menolak Bioskop XXI di PGC

Polda Metro Jaya menangani kasus ajakan demo menolak pembangunan bioskop XXI dekat Masjid As-Sinah di PGC, Jakarta Timur.

Polda Metro Jaya Tangani Kasus Ajakan Demo Bernada Provokatif Menolak Bioskop XXI di PGC
Theo Yonathan Simon Laturiuw/Warta kota
Gedung Polda Metro Jaya 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Polda Metro Jaya menangani kasus ajakan demo menolak pembangunan bioskop XXI dekat Masjid As-Sinah di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur.

Meski tak merinci konteks penanganan yang dilakukan terhadap satu organisasi masyarakat (Ormas) yang menginisiasi digelarnya aksi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan kasus yang viral di media sosial itu kini ditangani tingkat Polda.

"Yang menangani Polda Metro Jaya," kata Hery saat dikonfirmasi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (16/1/2020).

Pernyataan Hery dibenarkan Kapolsek Kramat Jati Kompol Budiyono yang pada Rabu (15/1/2020) menemui pimpinan Ormas pembuat spanduk.

Perihal apakah penanganan bersifat pidana karena kalimat ajakan berdemo menyangkut suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA).

Sopir Taksi Online Jadi Otak Sindikat Pencurian Kendaraan Bermotor yang Diungkap Polres Jakut

Niat Bolos Berujung Terjaring Razia, Puluhan Pelajar Simpan Tisu Magic dan Banyak Video Porno

Budiyono tak menjawab dan hanya menuturkan bahwa hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan.

"Kasus tersebut yang menangani Polda Metro Jaya, belum ada tersangka," ujar Budiyono.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar menyatakan spanduk yang mengatasnamakan satu Ormas itu mengandung konten SARA.

Spanduk ajakan berdemo menolak keberadaan Bioskop XXI di PGC, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Spanduk ajakan berdemo menolak keberadaan Bioskop XXI di PGC, Kramat Jati, Jakarta Timur. (Istimewa)

Dia menyoroti kalimat yang terpampang di bagian bawah spanduk, yakni:

Aksi demo pada hari Jumat, 17 Januari 2020. Jam 13.00 WIB (setelah Sholat Jumat), bareng-bareng kita usir China brengsek dari Cililitan.

"Enggak boleh, karena ada kalimat SARA di garis paling bawah spanduk. Sekarang spanduknya sudah dicopot," tutur Anwar.

Tak diketahui pasti sejak kapan spanduk terpasang, namun data yang dihimpun TribunJakarta.com spanduk sempat dipasang di wilayah Condet.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved