Modus Pedagang Es Krim Hingga Perkosa Korban dengan Iming-Iming Uang, Terancam 15 Tahun Penjara

Bermodal iming-iming sejumlah uang, seorang pedagang es krim merudakpaksa siswi sekolah di Sawangan, Kota Depok.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Y Gustaman
Kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN – Bermodal iming-iming sejumlah uang, seorang pedagang es krim merudakpaksa siswi sekolah di Sawangan, Kota Depok.

Pedagang es krim ini sudah berkali-kali merudapaksa korbannya pada Desember 2019 di sebuah perumahan di Sawangan.

"Pelaku menyetubuhi korban beberapa kali dengan diiming-imingi dikasih uang,” ujar Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok Iptu Isa pada TribunJakarta.com, Jumat (17/1/2020).

Kelakuan pedagang eskrim terbongkar setelah orangtua korban menemukan pesan berisi perbincangan dewasa yang dikirimkan pelaku ke handphone korban.

“Ada pesan yang berisi dari seorang laki-laki (pelaku) yang mengatakan bahwa korban sudah tidak perawan lagi karena saat melakukan hubungan intim korban tidak mengeluarkan darah,” bebernya.

Selanjutnya, orangtua menanyakan anaknya maksud pesan tersebut.

Hingga akhirnya korban pun mengakui telah dirudapaksa oleh pedagang es krim.

"Kemudian orang tuanya menanyakan hal tersebut kepada korban hingga akhirnya korban mengaku dan mengatakan kejadian yang sesungguhnya,” tambah Isa.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Pasal yang kami kenakan Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun,” ucap dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved