Sunda Empire Buat Geger, Mantan Kapolda Jabar Beberkan Analisa: Sengaja Dihembuskan Agar NKRI Pecah

Seusai munculnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo, giliran Kota Bandung, Jawa Barat, dihebohkan dengan viralnya Sunda Empire(SE).

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Siti Nawiroh
TribunJabar/Istimewa
Postingan soal Sunda Empire. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seusai munculnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo, giliran Kota Bandung, Jawa Barat, dihebohkan dengan viralnya Sunda Empire (SE) - Empire Earth (EE) di media sosial Facebook.

Berdasarkan penelusuran salah satu akun Facebook Renny Khairani Miller yang membagikan sejumlah foto kegiatan Sunda Empire pada 9 Juli 2019.

Pada kegiatan tersebut terlihat spanduk bertuliskan Sunda Empire-Earth Empire dengan ratusan orang mengenakan seragam ala militer.

TONTON JUGA

Menanggapi hal tersebut, Direskrimum Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono mengatakan, pihaknya saat ini sudah memonitor kegiatan tersebut.

"Saya sudah memonitor itu, tapi kami masih pantau dan dalami apakah serupa dengan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, kan beda-beda ini. Memang sudah memonitor itu giat yang dimaksud," kata Hendra, Jumat (17/1/2020).

Sementara itu, dikutip dari TribunJabar.id, hal senada dikatakan Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kota Bandung Sony yang mengatakan, SE-EE bukan ormas dan tidak terdaftar sebagai ormas.

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com mantan Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Purnawirawan Anton Charliyan membeberkan analisannya terkait kemunculan Sunda Empire.

Rafathar Alami Insiden Ini saat Kunjungi Museum di Skotlandia, Raffi Ahmad Kesal: Deg-degan Tahu Gak

TONTON JUGA

Ia menilai munculnya isu kerajaan-kerajaan dan Sunda Empire seperti didesain sedemikian rupa oleh kelompok-kelompok tertentu.

Menurut dia, aneh jika setelah isu-isu terkait agama mereda, sekarang muncul isu kerajaan-kerajaan yang dihembuskan di kalangan masyarakat.

Anton Charliyan berpendapat, tentunya isu seperti ini dinilai bertujuan untuk menggoyahkan kesatuan dan persatuan serta memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ade Irawan Wafat, Putranya Sempat Unggah Foto Ini: Bukti Nyata Firasat 40 Hari Sebelum Kepergian

"Sekarang muncul fenomena kerajaan mungkin sengaja dihembuskan untuk memecah NKRI," Anton Charliyan.

"Kita sudah sepakat sejak tahun 1945 untuk membangun sebuah sistem sebuah Negara yakni NKRI."

"Muncul fenomena demikian hanya untuk memunculkan kebanggaan masa lalu yang tidak artinya. Aneh, kemarin digoyang isu agama. Sekarang muncul seolah seperti budaya." imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved