Bus Terguling di Subang

Kepala Dinkes Depok Pastikan Korban Luka Berat Jalani Rawat Inap di RS, Biaya Ditanggung 3 Instansi

perawatan bagi para korban luka berat akan ditanggung oleh tiga instansi: Asuransi Jasa Raharja, BPJS dan Pemkot Depok melalui dana Bantuan Sosial.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kondisi pasien korban kecelakaan bus terguling di Subang, Jawa Barat, saat dirawat di RSUD Depok, Sawangan, Minggu (19/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, mengatakan, seluruh korban luka berat kecelakaan bus terguling di Subang, Jawa Barat, masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Dihubungi TribunJakarta.com, Novarita mengatakan, setelah melalui pemeriksaan medis, 33 orang dirawat di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), satu orang di Rumah Sakit Mitra Keluarga dan satu orang di Rumah Sakit Sentra Medika, dinyatakan menderita luka berat.

"Yang ke RSUI, Mitra keluarga dan Sentra Medika yang luka berat, jadi belum ada yang dipulangkan," ujar Novarita, pukul 18.00 WIB, Minggu (19/1/2020).

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, sebanyak 13 orang yang diidentifikasi luka ringan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok.

Namun, setelah pemeriksaan, tiga orang pasien bernama Nurmalasari, Nur Aini dan Iyus, harus dirawat inap karena menderita luka cukup serius.

Sedangkan 10 orang lainnya diperbolehkan pulang.

Novarita mengatakan, perawatan bagi para korban luka berat akan ditanggung oleh tiga instansi: Asuransi Jasa Raharja, BPJS dan Pemkot Depok melalui dana Bantuan Sosial (Bansos).

"Dicover Jasa Raharja, BPJS dan Bansos Pemda," jelasnya.

Selain korban luka berat dan ringan, kecelakaan bus yang berisi rombongan kader Posyandu kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, itu juga menewaskan delapan orang termasuk sopir dan kondektur.

Wali Kota Depok Mohammad Idris, sudah menyatakan akan mengalokasikan dana santunan untuk masing-masing korban meninggal dunia sebesar Rp 10 juta.

Junaidi kesal anaknya tahan sakit hingga 15 jam

 "Mestinya kan emergency dulu, kalau perlu dirawat ya dirawat, namanya kan manusia."

Begitulah kekesalan Junaidi (68) saat mengetahui keadaan anaknya, Nurmalasari (34), terbaring di ranjang pasien RSUD Kota Depok, Minggu (19/1/2020).

Nurmalasari merupakan korban kecelakaan bus terguling di Subang, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2020) sore.

Menurut Junaidi, anak kelima dari tujuh barsaudara itu mengalami patah tulang iga, dan wajah terkena serpihan kaca.

"Tulang iga nomor tiga dari atas patah, bagian belakangnya," Junaidi menjelaskan.

Anaknya juga mengalami sesak di bagian dada lantaran mengalami benturan hebat saat kecelakaan terjadi.

Sepengetahuan Junaidi, para korban, termasuk anaknya, sempat mendapatkan perawatan medis di Subang.

Sebelum mereka dijemput menggunakan 20 ambulans dan beberapa mobil minibus untuk kembali ke Depok.

Sampai di RSUD Depok, Junaidi memendam amarah saat mengatahui Nurmalasari harus dirawat inap lantaran lukanya cukup parah.

"Ya sekitar itu, 15 jam nahan sakit. Harusnya dia dioksigen."

"Tapi karena di elf bukan di ambulans, alatnya engga ada."

"Mungkin dia dianggap luka ringan," ujarnya dengan nada meninggi.

Tak hanya menahan sakit sesak di dada, wajah Nurmalasari menahan perih karena ada serpihan kaca halus menempel.

"Mungkin di sananya dibersihinnya kurang. Mukanya masih banyak kaca halus."

"Di belakang kupingnya juga berdarah pas sampai tadi," sambung Junaidi.

Junaidi berharap agar anaknya mendapat perawatan medis yang baik dan menyeluruh terlebih dahulu.

"Ya dirawat di sana dulu dibersihin semuanya. Ini darahnya aja masih ada," ujarnya.

Di sisi lain, ia memaklumi bila penjemputan merupakan kebijakan Wali Kota Depok agar penanganan medis bisa lebih dekat dengan keluarga.

"Mungkin dibawa rombongan biar lebih dekat ke Depok dulu," ujarnya.

10 Korban Boleh Pulang

Sebanyak tiga orang korban bus terguling Subang, Jawa Barat, harus rawat inap di RSUD Kota Depok.

Manager on Duty RSUD Depok, Heru Mulyana, mengatakan, tiga orang tersebut adalah Nurmalasari, Nur Aini dan Iyus.

Heru enggan menyebutkan usianya, namun ia memastikan ketiganya berjenis kelamin perempuan dan dewasa.

Setelah penanganan awal, ketiganya didiagnosis mengalami luka cukup parah.

Sehingga harus menjalani perawatan medis lebih lanjut.

"Yang satu cidera kepala ringan, kedua patah tulang, ketiga cidera tulang leher," ujar Heru di RSUD Kota Depok.

 Kondisi SDN Samudrajaya 04 Bekasi Rusak Parah, dari Atap Hingga Lantai Tak Layak Digunakan

 Satu Slot Pemain Asing Persija Jakarta akan Ditentukan Sergio Farias, Ferry Paulus Sebut Liverpool

 Cerita Junaidi, Ayah Korban Bus Terguling di Subang, Tahu Anaknya Kecelakaan dari Berita di TV

Ketiga pasien akan dirawat sampai besok, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan kembali.

"Saat ini kita rawatkan dulu sambil menunggu hasil observasi, kita evaluasi besok."

"Kalau memang hasil evaluasinya oke, bagus, mungkin kita pulangkan juga," ujarnya.

Mulanya RSUD Kota Depok menangani 13 korban kecelakaan bus yang berisi kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok itu.

Setelah penanganan awal dan proses rontgen untuk mengidentifikasi kondisi luka, 10 pasien dinyatakan tidak mengalami luka berat dan diperbolehkan pulang.

Heru enggan menyebutkan 10 nama yang sudah dipulangkan itu.

Bus pariwisata milik PO Purnama Sari berisi 58 kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, termasuk sopir dan kondektur.

Sebanyak 8 orang tewas, 32 orang luka berat, dan 18 luka ringan.

Selain di RSUD Kota Depok, para korban dirawat di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Rumah Sakit Mitra Keluarga dan Rumah Sakit Hermina.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved