Bus Terguling di Subang

Korban Luka Ringan Kecelakaan Bus Terguling di Subang Jalani Rontgen di RSUD Kota Depok

Sebanyak 13 korban kecelakaan bus terguling milik PO Purnama Sari yang dirawat di RSUD Kota Depok menjalani rontgen.

Korban Luka Ringan Kecelakaan Bus Terguling di Subang Jalani Rontgen di RSUD Kota Depok
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Direktur Utama RSUD Kota Depok, Devi Mayori, saat memberikan keterangan terkait 13 pasien korban kecelakaan bus terguling, Minggu (19/1/2020). 

"Utamanya yang datang ke sini, luka-luka, nyeri, kita berikan obat anti nyeri, mengatasi luka-lukanya."

"Setelah itu kami akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan," jelasnya.

Setelah hasil rontgen keluar, tim dokter RSUD akan menentukan langkah selanjutnya, apakah memulangkan, merawat inap ataupun merujuk.

"Bilamana kami perlu rawat akan kami rawat," ujarnya.

Bus terguling tersebut berisi 58 orang dari kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, termasuk sopir dan kondektur.

Sebanyak delapan orang tewas, 32 orang luka berat, dan 18 luka ringan.

Selain di RSUD Depok, rumah sakit lain yang merawat korban di antaranya di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Rumah Sakit Mitra Keluarga dan Rumah Sakit Hermina.

Kesaksian Korban

Sejumlah saksi mengungkapkan detik-detik sebelum bus pariwisata PO Purnama Sari sebelum terguling.

Syamsudin mengaku Muniroh, kakaknya yang menjadi korban luka ringan akibat kecelakaan bus terguling, sempat bercerita.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved